<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451</id><updated>2011-07-30T13:55:47.361-07:00</updated><category term='Marketing'/><category term='Radio'/><category term='Edukasi Radio'/><category term='Sales'/><category term='Riset'/><category term='Radio Jakarta'/><category term='Frekuensi dan Nama Radio'/><category term='Pendengar'/><category term='artikel radio'/><title type='text'>TALK ABOUT RADIO</title><subtitle type='html'>Radio merupakan salah satu media dengan usia yang cukup uzur namun keberadaannya tidak dapat digantikan oleh media lainnya. Media yang hanya bisa didengar ini ternyata mempunyai efek yang cukup dahsyat terhadap pendengarnya. Mau bukti ? Ikuti kisahnya di blog ini.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-3032952807364807631</id><published>2010-05-26T03:43:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T03:44:47.567-07:00</updated><title type='text'>Amsterdam Kota Terbebas di Dunia</title><content type='html'>Senin, 3 Mei 2010&lt;br /&gt;AMSTERDAM, KOMPAS.com — Amsterdam adalah kota paling bebas di dunia. Demikian hasil sebuah penelitian yang membandingkan delapan ibu kota di dunia. Namun, apabila berkaitan dengan aksi pengambilalihan gedung kosong atau pemakaian burka, Amsterdam berada pada urutan bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 500 tahun lalu, para pengikut gerakan Wederdopers membakar baju mereka lalu berkeliling di jalan-jalan Amsterdam untuk merasakan "ketelanjangan kudus". Kebebasan! Karena aksi mereka itu 19 orang dipenggal kepalanya lalu dipajang di sepanjang dinding kota. Kebebasan ternyata tidak boleh kebablasan juga di Amsterdam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota dunia&lt;br /&gt;Radio Nederland, Sabtu (1/5/2010), melaporkan, Komite 4/5 Mei Amsterdam (komite untuk peringatan nilai-nilai kebebasan) meminta dilakukan penyelidikan tentang kota mana di dunia yang paling bebas. Amsterdam berada pad urutan pertama mengungguli Kota Las Vegas, Rio de Janeiro, Johannesburg, Bangkok, Berlin, London, San Francisco dan Goa di India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlin dan London berada pada urutan kedua dan ketiga. Apakah kebebasan merupakan ciri khas Barat? Tidak demikian, menurut Theo Deutinger, ketua tim peneliti. "Kita memang memilih kota dari beberapa benua, tetapi definisi kebebasan yang kita pakai berdasarkan nilai-nilai 'Barat'. Seorang pendeta Buddha dari China pasti punya kesimpulan lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aroma mesiu&lt;br /&gt;Sejarah kebebasan di Amsterdam diwarnai dengan aroma mesiu dan gas air mata. Sejak dahulu kala, warga Amsterdam sering melakukan pemberontakan dan pemogokan. Alasan yang dipakai berbeda dari masa ke masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun '60-an, gerakan Dolle Mina pecah di Amsterdam yang menuntut pil KB sebagai bagian dari paket asuransi kesehatan. Pada tahun 2001, Amsterdam menjadi saksi pernikahan kaum homo pertama di dunia. Mengingat sejarah itu tidak mengherankan kalau Amsterdam berada pada urutan atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsterdam kaya, kualitas hidup tinggi, korupsi minimal dengan suasana santai dan penuh kebebasan. Namun, hal yang sama juga berlaku untuk San Francisco, Berlin, dan London. Lalu apa yang membedakan Amsterdam dari kota-kota lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensitif&lt;br /&gt;Selain kebiasaan warga Amsterdam yang terkenal dengan kebebasan mengungkapkan apa yang mereka pikirkan, kebijakan prostitusi dan narkoba juga unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para turis asing, pinjam korek api kepada polisi di wilayah pelacuran untuk menyalakan rokok ganja sering menjadi hiburan tersendiri. Di Bangkok, hal yang sama bisa berujung pada hukuman mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsterdam lebih "bebas" dibandingkan dengan kota-kota lain dalam masalah-masalah sensitif, seperti eutanasia, aborsi, narkoba, prostitusi, dan pernikahan homo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi lain&lt;br /&gt;Namun, dalam beberapa hal lain, para peneliti mendapatkan temuan menarik. Misalnya, Amsterdam berada pada urutan paling bawah dalam kebebasan untuk menduduki bangunan kosong (kraken). Kota-kota lain justru lebih toleran dalam hal ini. Di Rio de Janeiro dan Johannesburg, lahan-lahan kosong bisa ditempati atau istilahnya favela atau townships.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masalah keramahan terhadap kaum homoseksual, San Francisco lebih tinggi nilainya. Di Bangkok dan Goa, homoseksualitas dilindungi. Di Johannesburg, homo boleh menikah. Di Amsterdam akhir-akhir ini sering terjadi kekerasan terhadap kaum  homoseksualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal kebebasan memakai simbol agama, Amsterdam berada pada urutan bawah di atas Kota Berlin. Di ibu kota Jerman tersebut, pemakaian simbol agama dilarang di semua bangunan pemerintah. Di Belanda, hal itu belum terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota maksiat&lt;br /&gt;Selain disebut sebagai kota paling bebas, Amsterdam juga disebut sebagai kota "maksiat". Ini karena kebebasan dalam bidang prostitusi, narkoba, aborsi, dan alkohol di atas 16 tahun. Namun, di kota-kota lain hal yang sama sebenarnya juga terjadi, tetapi ditutup-tutupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi, apa yang disebut kebebasan untuk satu pihak bisa menjadi bumerang bagi pihak lain. Lalu apakah mungkin melakukan penelitian yang obyektif?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penelitian ini sama sekali tidak obyektif. Tujuannya justru ingin memprovokasi. Seharusnya orang memprotes berbagai proyek yang ingin menonjolkan Amsterdam sebagai kota paling bebas," jelas Deutinger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deutinger mengingatkan, semua kebebasan itu bisa mengarah pada tindakan acuh tak acuh. "Apabila warga Amsterdam percaya begitu saja bahwa Kota Amsterdam paling bebas sedunia, para pembela kebebasan bisa jadi malas." (Pradaningrum Mijarto/KOMPAS)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-3032952807364807631?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/3032952807364807631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=3032952807364807631' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/3032952807364807631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/3032952807364807631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2010/05/amsterdam-kota-terbebas-di-dunia.html' title='Amsterdam Kota Terbebas di Dunia'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-1974003262111563466</id><published>2010-05-26T03:39:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T03:40:52.913-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel radio'/><title type='text'>Surat Kabar Hadapi Masa Depan Tak Pasti, Internet sebagai sumber berita kini mengalahkan kepopuleran berbagai media cetak</title><content type='html'>Jumat, 23 April 2010 &lt;br /&gt;Pada awal dekade 1980-an, kemunculan video-video klip di saluran televisi MTV dianggap mematikan peran radio, seperti dituangkan dalam lagu Video Killed The Radio Stars karya The Buggles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini nasib sama yang menimpa radio 30 tahun lalu, menimpa industri media cetak Amerika, terutama koran-koran. Satu persatu, surat kabar di Amerika berguguran. Sebut saja The Rocky Mountain News di Denver yang harus gulung tikar setelah terbit selama 150 tahun. Sementara itu, The Seattle Post Intelligencer dan The San Francisco Chronicle kini hanya menerbitkan edisi online. Menurut sebuah data riset, meskipun orang Amerika masih membaca surat kabar, sekarang internet menjadi sumber berita yang lebih populer. "Biasanya saya tinggal membuka internet untuk membaca berita," demikian komentar yang sering diutarakan warga Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak surat kabar kini harus memangkas anggaran mereka karena berkurangnya pemasukan dari iklan dan iuran langganan.&lt;br /&gt;Dengan semakin banyak orang yang mengakses berita melalui telepon selular atau alat portabel lainnya, bisnis persuratkabaran menjadi usaha yang nirlaba. Salah satu surat kabar lain yang sedang mengalami kesulitan adalah The Washington Times. Penerbitnya, Jonathan Slevin mengatakan, "Anggaran perusahaan kami sudah dikurangi 40 persen. Di abad digital ini pemasukan bagi bisnis media cetak terbagi dengan perolehan media lain. Para pengiklan juga memiliki banyak alternatif."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, dengan berbagai model telepon selular yang dilengkapi kamera, serta video portabel lain, yang dapat dengan mudah merekam sebuah peristiwa, setiap anggota masyarakat dapat menjadi seorang reporter. Kehadiran website seperti youtube.com, menciptakan profesi baru, “the citizen journalist” atau yang dikenal dengan sebutan pewarta warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Institute for Interactive Journalism di American University di Washington, Jan Schaffer, menjelaskan fenomena ini lebih lanjut. "Apa yang disampaikan para pewarta warga melalui internet tidak selalu sama dengan berita dan informasi yang disampaikan jurnalis tradisional, namun tidak berarti apa yang mereka sampaikan tidak bernilai berita; nilainya saja yang berbeda," ujar Schaffer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai situs berita di internet menyajikan berita dengan cepat dan tanpa memungut biaya.&lt;br /&gt;Jim Gaines, mantan editor majalah TIME yang mendirikan sebuah perusahaan penerbit digital, Story River Media, menilai bahwa surat kabar mengalami kesulitan mencari perannya dalam lingkungan media baru. Jim menambahkan, "Kesalahan yang dilakukan media cetak adalah menganggap internet sebagai saluran distribusi yang baru, padahal internet adalah sebuah media baru."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shaun Quigley, seorang eksekutif di Brunner Advertising, menduga bahwa tahun 2010 akan menjadi tahun pertama di mana anggaran para pemasang iklan lebih besar untuk media online dari pada untuk media cetak. Shaun menambahkan, "Industri surat kabar dan versi online dari surat kabar tersebut saat ini sedang mengalami kegoyahan. Mereka tidak bisa menunjukkan nilai penting dari medianya kepada para pembaca, yang di lain sisi, bisa mendapatkan berita dari sumber yang lain yang lebih cepat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelangsungan hidup surat kabar, yang versi cetak maupun versi online tergantung kepada kecepatan dan cara mereka menyampaikan informasi. Dalam masyarakat yang bebas, orang memiliki akses terhadap banyak media baru, sehingga koran harus bisa bersaing dengan mereka. Bisakah mereka bertahan? (Asri Poeraatmadja/VOA)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-1974003262111563466?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/1974003262111563466/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=1974003262111563466' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/1974003262111563466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/1974003262111563466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2010/05/surat-kabar-hadapi-masa-depan-tak-pasti.html' title='Surat Kabar Hadapi Masa Depan Tak Pasti, Internet sebagai sumber berita kini mengalahkan kepopuleran berbagai media cetak'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-2707813436630143263</id><published>2010-05-26T02:57:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T03:00:29.797-07:00</updated><title type='text'>Drama Radio Ala Honda Jazz</title><content type='html'>JAKARTA, KOMPAS.com - Honda memulai promosi baru untuk produk andalannya di segmen hatchback Jazz. Caranya unik, menciptakan  drama radio bertajuk "3Cinta" berdurasi 30 menit  yang mengudara di Radio Prambors.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Honda Prospect Motor (HPM) yang menggagas, dalam ceritanya mengisahkan perjalanan kehidupan anak muda zaman sekarang, dengan segala problematika yang dikemas secara apik dan menghibur. Pemerannya menghadirkan seluruh personil Jazz Stars 2, yakni Vanno, Randy, Fajar, Gaby, Sarah, dan Fiona, sebagai tokoh utama dengan karakter dan ciri khas mereka masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radio play ini mulai mengudara  24 Mei 2010, di seluruh jaringan radio Prambors di delapan kota di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebagai produsen Honda Jazz yang sangat disukai oleh anak muda, kami selalu memperhatikan trend kehidupan anak muda zaman sekarang. Radio play 3 Cinta sebuah terobosan baru bagi kami untuk mendekatkan diri dengan anak muda masa kini," papar Yukhiro Aoshima President Director PT Honda Prospect Motor, dalam keterangan resminya yang diterima Kompas.com, hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap tayangan, para pendengar juga bisa mengikuti quiz berhadiah menarik. Selain itu, setiap rekaman episode 3Cinta bisa diunduh di website www.hondaisme.com/3Cinta. Di situ terdapat rangkuman jalan cerita, update, video, diskusi, dan aktivitas menarik lainnya seputar drama.(AGK/KOMPAS)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-2707813436630143263?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/2707813436630143263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=2707813436630143263' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/2707813436630143263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/2707813436630143263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2010/05/drama-radio-ala-honda-jazz.html' title='Drama Radio Ala Honda Jazz'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-6215150546164278717</id><published>2010-05-26T02:53:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T02:55:55.356-07:00</updated><title type='text'>Depok akan Tertibkan Stasiun Radio Ilegal</title><content type='html'>Depok: Pemerintah Kota Depok akan melakukan penertiban terhadap stasiun radio tidak berizin yang selama ini menimbulkan gangguan frekwensi bagi stasiun radio yang sudah mempunyai izin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Banyak radio gelap atau tidak berizin telah mengganggu siaran radio yang telah mempunyai izin&lt;/em&gt;," kata Kabid Teknologi Informasi Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Depok Herry Pansila di Depok, Selasa (25/5). Herry mencontohkan bahwa Radio Pemkot Depok yang baru didirikan saja banyak terganggu oleh siaran radio tak berizin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Kami sampai empat kali pindah frekwensi, tetapi tetap saja mengalami gangguan&lt;/em&gt;," jelasnya. Frekwensi Radio Pemkot Depok saat ini berada di 96,6 FM yang jangkauan siarannya bisa sampai ke Bekasi dan Jakarta Selatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu ia berharap masyarakat segera mengurus perizinan tersebut agar mempunyai legitimasi hukum yang kuat. "&lt;em&gt;Menganggu frekwensi juga merupakan tindak pidana&lt;/em&gt;," jelasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menertibkan izin frekwensi pihaknya juga akan memantau isi dari siaran radio tersebut. "&lt;em&gt;Materi siaran juga jangan sampai menghasut masyarakat untuk berbuat anarkhis ataupun berisi SARA&lt;/em&gt;," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut ia mengharapkan agar isi siaran juga dapat bermanfaat bagi masyarakat. "&lt;em&gt;Isi siaran hendaknya bersifat mendidik, sehingga para pendengar merasakan manfaat yang positif&lt;/em&gt;," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herry mengatakan radio yang melakukan siaran banyak dari kalangan radio komunitas dan radio komersil. Kebanyakan radio komunitas itu tidak mempunyai izin. (&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ant/ICH/Metropolitan / Selasa, 25 Mei 2010 14:34 WIB, Metrotvnews.com&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-6215150546164278717?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/6215150546164278717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=6215150546164278717' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/6215150546164278717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/6215150546164278717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2010/05/depok-akan-tertibkan-stasiun-radio.html' title='Depok akan Tertibkan Stasiun Radio Ilegal'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-7625575796881614630</id><published>2009-02-19T00:12:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T00:14:30.396-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel radio'/><title type='text'>Sumbang Korban Kebakaran Dapat Satu Lagu</title><content type='html'>&lt;strong&gt;BENCANA&lt;/strong&gt; alam terburuk dalam sejarah Australia, berupa kebakaran semak di negara bagian Victoria, telah menggerakkan penduduk negeri itu untuk berlomba-lomba membantu para korban yang kehilangan harta benda dan orang-orang terkasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat menyumbangkan bantuan berupa uang, tenaga, makanan, dan barang-barang terus menguat sejak hari pertama kebakaran terjadi, Sabtu (7/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai cara dilakukan untuk menggalang bantuan, salah satunya adalah lewat program di radio swasta yang bersiaran di Brisbane. Radio menerima telepon dari para pendengar yang ingin membantu para korban kebakaran, dan menerima dana bantuan yang kemudian disalurkan ke Palang Merah Australia. Sebagai pengganti, penyiar memutarkan lagu yang diminta oleh pemberi donasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari penyumbang adalah gadis kecil yang masih duduk di sekolah dasar. Ia menyumbangkan 50 dollar Australia, uang tabungan yang ia kumpulkan selama setahun.&lt;br /&gt;Bila pemberi donasi adalah perusahaan-perusahaan kecil dan menengah, penyiar membacakan atau membuatkan iklan singkat tentang perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga Rabu (11/2), dana yang terkumpul lewat siaran radio 105,3 FM, misalnya, sudah melampaui 2 juta dollar Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepon dari para pendengar ke radio berlangsung seolah tak ada henti, hampir sepanjang hari radio-radio siaran Australia di Brisbane menggalang dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di radio para pendengar juga melemparkan ide-ide bentuk bantuan selain uang, dan salah satu ide yang banyak didukung pendengar adalah menyumbangkan mobil karavan bagi para korban yang kini tinggal di tenda-tenda penampungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide ini dipandang tepat terutama saat rekonstruksi rumah yang terbakar dalam kebakaran semak, "&lt;em&gt;Supaya para korban tidak berkumpul semua di kota, dan mereka tetap nyaman sebelum menempati rumah baru&lt;/em&gt;," ujar salah satu pengusul. (&lt;strong&gt;Yuz/Kompas.com&lt;/strong&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-7625575796881614630?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/7625575796881614630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=7625575796881614630' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/7625575796881614630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/7625575796881614630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2009/02/sumbang-korban-kebakaran-dapat-satu.html' title='Sumbang Korban Kebakaran Dapat Satu Lagu'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-1587728424394000929</id><published>2009-02-19T00:08:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T00:11:14.768-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel radio'/><title type='text'>Rihanna Dipukul, Pendengar Radio Bereaksi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;GARA&lt;/strong&gt;-gara Rihanna dipukul oleh kekasihnya Chris Brown beberapa waktu lalu, berdampak kepada penyanyi Chris Brown itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa satasiun radio menarik lagu-lagu Chris Brown dari playlist untuk tidak diputar dalam kurun waktu yang belum ditentukan. Tidak terhadap lagu-lagunya tetapi juga berdampak kepada penayangan iklan dengan memunculkan sosok Chris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika, lagu-lagu Chris ditarik dari playlist radio. Salah satu radio yang melakukannya yaitu WNOU-FM di Indianapolis, Indiana. Para pendengar radio tersebut meminta agar lagu Chris untuk sementara tidak diputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Pendengar RadioNOW 100.9 telah meminta untuk sementara menahan lagu-lagu Chris Brown dari airplay. Kami tak mendukung aksi kekerasan. Aksi kekerasan, pemukulan dan tindakan tersebut adalah isu yang serius di lingkungan kami&lt;/em&gt;," tulis situs resmi radio tersebut dikutip detikhot dari Aceshowbiz, Kamis (12/2/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Chris mulai kehilangan simpati dari pecinta musik, ia pun kehilangan beberapa iklan dan pekerjaan. Produk 'Got Milk?' telah menunda semua bentuk kerjasama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami &lt;em&gt;telah memutuskan untuk menahan iklan yang menampilkan Brown dan semua hal yang berkaitan dengannya hingga masalah ini terselesaikan&lt;/em&gt;," ujar juru bicara 'Got Milk?'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kejadian pemukulan terhadap Rihanna berlangsung 8 Februari lalu, keberadaan Chris tak diketahui. Namun sumber sempat melihat kekasih Rihanna itu berada di Hard Rock Hotel dan Casino di Las Vegas. (&lt;strong&gt;yuz/detikhot&lt;/strong&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-1587728424394000929?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/1587728424394000929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=1587728424394000929' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/1587728424394000929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/1587728424394000929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2009/02/rihanna-dipukul-pendengar-radio.html' title='Rihanna Dipukul, Pendengar Radio Bereaksi'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-8463300586076141548</id><published>2009-02-11T00:41:00.000-08:00</published><updated>2009-02-11T00:45:03.630-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel radio'/><title type='text'>Kini, "Tren" Pendengar Terhadap Lagu, Dibanding Obrolan Penyiar</title><content type='html'>&lt;strong&gt;SUDAH &lt;/strong&gt;setahun ini, beberapa radio di kota-kota besar mencoba untuk mempersempit keterlibatan penyiar dalam siarannya dibandingkan memutarkan lagu. Bayangkan sekarang ini, penyiar dibatasi berbicaranya hanya 1 menit saja, kemudian lagu lah yang lebih dari 4 menit di putar berturut-turut sebanyak 3 lagu bahkan lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya adalah "tren pendengar" yang terjadi menuntut agar penyiar lebih sedikit ngomongnya dibandingkan lagu. Dengan alasan pendengar juga bahwa memutar lagu atas permintaan pendengar kini menjadi andalan radio saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah tren tersebut akan menjadi andalah sebuah station dalam menggrap pendengar yang akhirnya mengubah kebijakan sebuah station radio ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikuti penuturan dua penyiar di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tony Thamrin&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;Minggu kemaren gw sempet radio tour ke Jakarta buat ngunjungin temen2 lama di UFM, JAKFM, Female, Prambors dan juga HRFM. Setelah mengamati pola siaran mereka, ternyata ada sebuah kecenderungan (yg katanya mulai diterapin sekitar taon lalu), hampir semua penyiar radio udah makin “dibatasi” kebebasannya dalam bersiaran. Pada intinya “More Music Less Talk”. Lagu jadi andalan dan kalo bisa si penyiar ngomong dengan tempo sesingkat2nya. Djakarta toedjoeh belas agoestoes….uuups, apaan sih!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang yg jadi pertanyaan, sebenernya apa sih yang ngebuat pergeseran itu? Jawabannya adalah pendengar! Pendengar cenderung lebih doyan dengerin lagu2 aja ketimbang penyiarnya ngoceh di microphone. Sekarang radiolah yang disetir oleh pendengar. Kalo dulunya pendengar masih bisa disetir oleh stasiun radio, mulai dari penentuan chart lagu (dulu banyak stasiun radio yang berhasil menyetir selera musik audience-nya, dan skrg justru pendengar yg nentuin layak apa gak lagu itu masih nongkrong disbuah chart). Sampe ke jaman sekarang, dimana kehadiran penyiar radio udah dikalahin dengan sesuatu yang bernama lagu, tembang, tracks,…u name it!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangin! Durasi ngomong dibatasin cuman semenit! Kalo ngomong dua menit itu udah kebanyakan. Dulu gw emang sempet dapet ilmu berbicara diradio itu katanya harus KISS (Keep It Short Simple). Makanya baca adlibs 9 detik gw pernah lakukan (waktu di Prambors Jakarta 1998 dan gw inget banget baca adlib itu di intro lagu Boyzone hehehe). Jujur asyik kalo ngomong pendek2. Dulu kita berlomba2 siapa penyiar yang bisa ngobrol diatas intro lagu yang cuman 10-15 detik. And it works!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dulu…..waktu obrolan penyiar masih jaya2nya dimana banyak pendengar yang tersihir oleh gaya berbicara sang penyiar. Tapi jaman sekarang berubah, pendengar lebih banyak terhipnotis oleh lagu ketimbang “persembahan” si penyiar tadi. Gw pribadi ngerasa sbenernya radio show yg bagus adalah gabungan equal antara sang penyiar dan lagu. Tapi ada satu sisi dimana gw juga harus nampilin info yg kalo dibaca singkat justru gak nyampe misinya. Wah kalo gini terus apa bedanya dengan beli CD aja trus denger satu album??? Apa gunanya radio?? Penyiar hanya baca adlib?? Penyiar hanya nyampein info singkat tiga baris???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya kalo mo jujur, dengan adanya trend ini, sang penyiar justru makin ngerasa ringan melakukan kerjaannya. Udah kerja ringan dibayar mahal pula hehehehe…. Tapi di sisi laen, gw yg notabene banci ngomong, ngerasa makin dibatasi kebebasannya buat berekspresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orgasme udah gak didapetin lagi dalam dunia siaran. Salah satu temen gw sempet curhat :&lt;br /&gt;“man, tiga lagu ngomong, itu juga ngomong harus dibatesin durasinya. Gw sempet punya program radio play buatan sendiri langsung gak diijinin karena emang tren sekarang ya kayak gini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu si temen gw ini juga bilang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gak lama lagi kita bakal pake software siaran yang agak aneh. Software itu makin ngebatasin obrolan penyiar. Jadi kalo lagu abis, penyiar ngomong, dan pas semenit, lagu berikutnya langsung jalan ndiri tanpa kita pencet play!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmmm. Mau sampe kapankah tren seperti ini? Ato ini Cuma siklus sesaat yang akhirnya (hopefully!) akan mengembalikan lagi penyiar ke “harkat” sebenarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dewi Utami&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;wow, that's news!&lt;br /&gt;di volare sendiri, masih bersikukuh dengan "pola lama" yaitu berusaha memperkenalkan lagu bagus ke pendengar sesuai format radio kami. yang dimaksudkan jangan sampai terjadi perubahan seperti yang tony bilang, "dulu banyak stasiun radio yang berhasil menyetir selera musik audience-nya, dan skrg justru pendengar yg nentuin layak apa gak lagu itu masih nongkrong disbuah chart".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada pengalaman yang ingin saya bagi, di 2009 ini, kami justru menghentikan kebebasan pendengar di program rekues harian berdurasi 3 jam untuk memilih lagu, namun kami batasi dengan playlist yang sudah dipersiapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa berani? bukankah katanya selera pendengar yang jadi panutan sekarang?mungkin, tapi hal itu hanya membuat radio kami tak bedanya dengan radio lain dan TV, dan mp3 yang orang-orang beli bajakannya/diunduh dari internet. saya sependapat sekali waktu tony bilang, "Wah kalo gini terus apa bedanya dengan beli CD aja trus denger satu album??? Apa gunanya radio??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untung saja, kami masih punya pendengar setia yang rajin mengkritik, yang berani berulang kali mengingatkan bahwa program rekues kami itu sungguh melencengkan format musik yang sudah diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sempat ragu waktu mau menerapkan playlist di acara rekues, karena pendengar jadinya hanya bisa kirim salam tanpa bisa memilih lagu yang betul-betul mereka inginkan, tapi syukurlah... sebulan sudah lewat, hanya dukungan positif yang kami terima, bukannya kritikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus, masalah penyiar yang dibatasi ngomongnya... bisa jadi memang itu sebuah trend, yang tampaknya berlaku di kota besar yah? di pontianak belum seperti itu... tapi kalau harus memang ingin menghadirkan musik lebih banyak, ya mendingan jangan pasang penyiar sekalian di jam-jam tertentu. lebih hemat toh? :)&lt;br /&gt;salam dari pontianak (&lt;strong&gt;Pandu&lt;/strong&gt;)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-8463300586076141548?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/8463300586076141548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=8463300586076141548' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/8463300586076141548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/8463300586076141548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2009/02/kini-tren-pendengar-terhadap-lagu.html' title='Kini, &quot;Tren&quot; Pendengar Terhadap Lagu, Dibanding Obrolan Penyiar'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-4592943688746134920</id><published>2009-02-03T19:38:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T19:41:44.293-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel radio'/><title type='text'>Wapres: Radio Lebih Unggul Dibanding Televisi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;ZAMAN&lt;/strong&gt; sudah berubah. Kini radio tidak lagi menjadi acuan utama masyarakat dalam mencari informasi. Namun Wakil Presiden M. Jusuf Kalla mengatakan, radio punya kelebihan dibanding koran dan televisi. "&lt;em&gt;Radio memiliki sistem informasi tercepat. Dengan telepon seluler kecil saja, radio sudah bisa siaran ke seluruh Indonesia&lt;/em&gt;," kata Kalla dalam peringatan Hari Radio ke-63 di auditorium Gedung Radio Republik Indonesia, Kamis (11/9/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radio, kata Kalla, juga memiliki fleksibilitas tinggi, murah ongkos, dan murah biaya operasional. "&lt;em&gt;Nonton televisi harus duduk, sementara mendengarkan radio bisa di mana saja. Di rumah, di mobil, atau pun di sawah. Pakai radio kecil yang harganya Rp 20 ribu, bisa dikantongi&lt;/em&gt;," kata Kalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, dulu radio menjadi primadona. Presiden pun pidato lewat radio. Dulu semua artis terkenal juga lewat bintang radio. "&lt;em&gt;Itu sudah hebat. Mau keroncong, seriosa, semua harus terkenal lewat radio. Soalnya, tidak ada cek dan ricek zaman dulu&lt;/em&gt;," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak sempat menonton bola di televisi, tambahnya, pasti mendengarkannya di radio lewat laporan pandangan mata penyiar. "&lt;em&gt;Bahkan kalau penyiarnya salah sebut pemain, kita tidak tahu, kan&lt;/em&gt;?" kata Kalla disambut tawa hadirin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Televisi tidak bisa seperti itu. Itulah enaknya penyiar radio. Kadang-kadang tidak tegang, dikasih tegang, itu terserah dia&lt;/em&gt;," kata Wapres Kalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalla menyebut hal itu sebagai kelebihan masa lalu. Namun yang bisa mengembalikan kejayaan radio, kata Kalla, adalah inovasi. "S&lt;em&gt;ekali lagi, radio tetap dibutuhkan. Mau berapa stasiun televisi, tapi ada 2 ribu radio,&lt;/em&gt;" katanya. Perkembangan teknologi bisa dibeli tapi inovasi tidak bisa. Ia juga mengingatkan, RRI sudah didukung oleh modal, aset, dan dukungan pemerintah. Karena itu, RRI harus melakukan inovasi. "Harus jadi 'bench marking' dengan berita tercepat," katanya. (&lt;strong&gt;Yz/Tempo/ND&lt;/strong&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-4592943688746134920?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/4592943688746134920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=4592943688746134920' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/4592943688746134920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/4592943688746134920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2009/02/wapres-radio-lebih-unggul-dibanding.html' title='Wapres: Radio Lebih Unggul Dibanding Televisi'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-8022921364781689730</id><published>2009-02-03T19:34:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T19:36:42.556-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel radio'/><title type='text'>Radio Digital Mulai Menggema</title><content type='html'>&lt;strong&gt;PEMERINTAH&lt;/strong&gt; Inggris akan mematikan radio-radio analog yang memakai frekuensi AM dan FM. Mereka mulai 2015 akan beralih ke radio digital. Demikian dikatakan Lord Carter, Menteri Industri Komunikasi Inggris.Ini adalah lompatan jauh dari kebijakan pemerintah Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya saat ini baru 18,3 persen dari total penduduk yang mendengarkan radio digital dalam tiga bula terakhir. Angka itu turun dari kuartal sebelumnya, yakni 18,7 persen. Sementara jumlah pendengar radio analog masih tumbuh dari 68,4 persen menjadi 68,6 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, banyak pendengar yang mengeluhkan kualitas siaran yang kerap terputus.Dengan kebijakan baru itu stasiun-stasiun radio harus berjuang memperbarui teknologinya. GCap, misalnya, sejak tahun lalu telah merintis upaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengumumkan akan murni siaran digital. Hal sama dilakukan oleh Channel 4."&lt;em&gt;Radio AM dan FM tak punya masa depan&lt;/em&gt;," kata Carter seperti dikutip The Telegraph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini sekitar 86 persen wilayah Inggris yang ditinggali penduduk telah dijangkau sinyal siaran digital. Namun, jumlah radio digital hanya 8,5 juta unit. Bandingkan dengan radio AM atau FM yang jumlahnya masih 100 juta hingga 150 juta unit. Rencana migrasi ke radio digital ini akan dilakukan bertahap. Mereka akan melakukan besar-besaran setelah pendengar radio digital porsinya mencapai 50 persen dan area cakupan sinyal radio digital telah menjangkau 90 persen populasi. (&lt;strong&gt;YZ/Tempo/BS&lt;/strong&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-8022921364781689730?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/8022921364781689730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=8022921364781689730' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/8022921364781689730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/8022921364781689730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2009/02/radio-digital-mulai-menggema.html' title='Radio Digital Mulai Menggema'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-2730473634780426591</id><published>2009-02-03T19:16:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T19:25:46.797-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel radio'/><title type='text'>Banyak Kasus Radio Lebih Efektif Berkomunikasi Dengan Pendengarnya</title><content type='html'>&lt;strong&gt;MESKIPUN&lt;/strong&gt; berita ini telah lama terjadi, mungkin yang menarik di simak adalah betapa peran radio sangat besar dalam kehidupan masyarakat khususnya terhadap pendengar. Selain mereka dapat mendengarkan musik kesayangannya, mereka juga mendengarkan informasi-informasi yang terupdate dalam hitungan menit bahkan detik. Sehingga kejadian-kejadian atau peristiwa tidak terlewatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media radio sebenarnya memiliki potensi menggerakkan seseorang dalam sekejab, jika kondisi memungkinkan dalam hal itu. Dibandingkan dengan media lainnya, peristiwa-peristiwa update tidak langsung berkomunikasi dengan para audience-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kasus yang sering terjadi adalah bagaimana hebatnya komunikasi antara radio dengan pendengarnya. Kasus-kasus seperti kehilangan, orang hilang yang kemudian ditemukan kembali, kejahatan tidak terlepas dari komunikasi dua arah antara radio dengan pendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak berita dari Surabaya ini, yang dilaporkan detik.com Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGHADANGAN pelaku kejahatan di Gerbang Tol Waru Utama membuahkan hasil. Seorang pemuda dan mobil hasil penipuannya dengan mudah ditangkap petugas PJR Tol di Gerbang Tol Waru Utama."&lt;em&gt;Kita sudah melakukan penghadangan dan pelaku sudah tertangkap,"&lt;/em&gt; kata Gatot, petugas informasi komunikasi PT Jasa Marga Surabaya-Gempol kepada detiksurabaya.com, Kamis (9/10/2008) pukul 15:05 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil Avanza warna Kuning kehijau-hijauan B 1352 AD itu dilaporan Wiko kepada radio SSFM telah dilarikan oleh seorang pemuda yang mengaku bernama Chandra. Mobil milik salah satu rencar itu menurut Wiko akan disewa oleh Chandra yang mengaku sebagai Wakil Manajer Telkomsel Graha Pena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiko yang menjadi sopir oleh Chandra dari Sedati Sidoarjo diminta mengantar keliling Kota Surabaya. Setelah puas keliling, Chandra mengajak ke Sidoarjo.Di Sidoarjo, Wiko dan Chandra berhenti di sebuah tempat makan di sekitar Pertokoan Matahari, Jl Gajah Mada Sidoarjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat makan itu, Chandra meminta kunci mobil dengan alasan ponselnya tertinggal di dalam mobil. Kunci diserahkan dan kemudian perasaan Wiko tidak enak.Setelah disusul, ternyata mobilnya sudah raib. Wiko yang dalam kondisi panik itu langsung menghubungi Radio SSFM. Dari informasi itu, sejumlah pendengar langsung mengudara berbagi informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilaporkan mobil itu terlihat di Jalan Tol Sidoarjo-Waru Utama. Para pendengar SSFM tersebut secara bergantian melaporkan posisi mobil yang dilarikan Chandra.Dan dengan mudah, petugas PJR Tol langsung membekuk pelaku dan digelandang ke Posko PJR. Sebelum ditangkap, pelaku terjebak antrean kendaraan yang akan keluar gerbang Tol Waru Utama. Setelah dikepung, pelaku pun langsung lemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kasus-kasus atau peristiwa seperti di atas yang belum terblowup di permukaan. Padahal, jika radio benar-benar dijadikan sebagai sarana promosi, kampanye dan lainnya, sangatlah mungkin efektif sekali. (&lt;strong&gt;Yz/&lt;em&gt;gik/gik&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-2730473634780426591?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/2730473634780426591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=2730473634780426591' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/2730473634780426591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/2730473634780426591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2009/02/banyak-kasus-radio-lebih-efektif.html' title='Banyak Kasus Radio Lebih Efektif Berkomunikasi Dengan Pendengarnya'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-2987405315361601122</id><published>2009-01-29T18:59:00.001-08:00</published><updated>2009-01-29T19:03:12.290-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel radio'/><title type='text'>Komunitas Radio Muslim Meningkat</title><content type='html'>&lt;!-- google_ad_section_start --&gt;KOMUNITAS pendengar radio Muslim Suara Qalbu di Bangka meningkat sejalan makin beragam dan meningkatnya kualitas program serta konsistensi dalam menyiarkan program-program dakwah.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Pembina radio Suara Qalbu Bangka, Hasan Rumata, di Pangkalpinang, Sabtu, menyatakan, setiap hari belasan ribu orang mendengarkan siaran radio yang dimulai menjelang Subuh hingga pukul 23.00 WIB malam itu atau meningkat duakali lipat dibanding setahun lalu.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;"P&lt;span style="font-style: italic;"&gt;endengarnya beragam mulai dari anak-anak hingga orang tua. Mereka merasakan manfaat mendengarkan radio berupa peningkatan keimanan kepada Allah SWT&lt;/span&gt;," ujar ketua forum umat Islam Provinsi Bangka Belitung itu.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Radio yang mengudara di frekuensi 104.3 FM tersebut menyampaikan materi siaran berupa program menjelang fajar, kuliah subuh, dhuham acara dangdut, tembang kenangan, kuliah senja, dari dai untuk umat, pengajian menjelang magrib, dialog tokoh nasional serta siraman rohani malam.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Hasan menyatakan manajemen radio sudah mampu mendanai kegiatan sendiri dari pemasukan berbagai iklan serta bantuan simpatisan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sekarang iklan kita cukup banyak mulai dari bank syariah, Telkom, toko, rumah makan, perusahaan air minum, sepeda motor dan lainnya dengan jangkauan siaran hingga Bangka Tengah dan Bangka Barat&lt;/span&gt;," ujarnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Selain itu, manajemen juga seringkali mendapat iklan ucapan selamat, iklan parpol dan iklan duka dari berbagai kalangan yang ingin pesannya bisa didengar komunitas radio muslim tersebut.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Ia mengatakan, respon dari pendengar sangat bagus. Bahkan pada acara tertentu seperti pawai 17 Agustus, komunitas radio ikut serta berpawai dalam mempromosikan radio tersebut dan mendanai sendiri kegiatanya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Kini manajemen radio Suara Qalbu juga ikut serta membantu anak miskin yang putus sekolah dengan mendanai pendidikan mereka di pesantren di Yogyakarta.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;"D&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ananya berasal dari bantuan penggemar yang berkeinginan agar warga kurang mampu bisa mengenyam pendidikan sebagai bekal mereka kelak dalam berinteraksi dimasyarakat&lt;/span&gt;," ujarnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Hasan berharap radio yang dikelola PT Suara Qalbu Radio itu bisa tetap eksis dan bahkan meningkat baik jangkauan maupun program-programnya dalam memberikan pencerahan dan kerukunan antarumat. (&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;ANTARA News&lt;/span&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-2987405315361601122?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/2987405315361601122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=2987405315361601122' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/2987405315361601122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/2987405315361601122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2009/01/komunitas-radio-muslim-meningkat.html' title='Komunitas Radio Muslim Meningkat'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-4191255108693912029</id><published>2009-01-29T18:55:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T18:56:09.191-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel radio'/><title type='text'>Bosan Bangun Pagi, Desta 'Club Eighties' Stop Jadi Penyiar Radio</title><content type='html'>Jenuh dengan rutinitas yang itu-itu lagi bisa membuat seseorang mengambil seribu langkah. Seperti Desta 'Club Eighties' yang stop jadi penyiar radio Prambors gara-gara bosan bangun pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bosen udah 6 tahun, bosen juga karena sering bangun pagi, setiap hari harus bangun pagi&lt;/span&gt;," ujarnya santai saat ditemui di gedung Trans TV di Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan, baru-baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sebulan terakhir Desta memang tidak lagi cuap-cuap menghibur para pendengar Prambors. Walau begitu Desta mengaku sedih hengkang dari Prambors. Banyak kenangan indah yang ia alami saat masih di Prambors. Tak hanya itu, profesi penyiar radio juga pertama kali ia geluti di radio legendaris tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan berarti Desta bisa gembira bisa bangun siang hari. Karena ia dikontrak menjadi penyiar program 'Dentings' di Trans TV yang tayang di pagi hari. Mau tak mau pria kocak ini kembali harus bangun tidur saat matahari masih terlelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desta bersama Sandra Dewi dan Ringgo Agus Rahman akan menghibur pemirsanya setiap senin hingga jumat setiap pukul 07.30 WIB. (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Detikcom&lt;/span&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-4191255108693912029?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/4191255108693912029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=4191255108693912029' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/4191255108693912029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/4191255108693912029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2009/01/bosan-bangun-pagi-desta-club-eighties.html' title='Bosan Bangun Pagi, Desta &apos;Club Eighties&apos; Stop Jadi Penyiar Radio'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-9014514506579896613</id><published>2009-01-29T18:23:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T18:24:53.805-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel radio'/><title type='text'>30 Stasiun Radio Ilegal di Kaltim Akan Ditertibkan</title><content type='html'>Waduh !!!, Penertiban terhadap stasiun radio FM ilegal terganjal dana operasional yang belum cair. Dana yang diajukan melalui APBD tersebut, semata-mata diperuntukkan untuk melakukan penertiban atas 30 stasiun radio FM yang ilegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"P&lt;span style="font-style: italic;"&gt;asti kita tertibkan. Tapi sementara tertunda karena dana dari APBD Kaltim yang kami usulkan Rp 100 juta antara lain untuk kegiatan penertiban belum dicairkan&lt;/span&gt;," kata Ketua KPID Kaltim Khaerul Akbar ketika dihubungi detikcom, Rabu (28/01/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Khaerul, penggunaan frekuensi di Samarinda hanya diperkenankan hingga 14 kanal yang telah diisi stasiun radio yang mengantongi izin siaran. Penggunaan kanal frekuensi di luar ketentuan, khususnya di Samarinda diakui Khareul cukup merepotkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Karena siaran mereka terkadang hanya malam, siang dan sore hari. Bahkan ada saja yang sudah kita tertibkan, ternyata masih siaran&lt;/span&gt;," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang membandel, kata Khaerul, KPID tidak akan segan mengenakan denda hingga menyeret pemilik perangkat pemancar hingga ke pengadilan. Dikatakan ilegal lantaran 30 stasiun radio tidak mengantongi rekomendasi dan kelayakan dari Depkominfo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(YZ/Detikcom)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-9014514506579896613?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/9014514506579896613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=9014514506579896613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/9014514506579896613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/9014514506579896613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2009/01/30-stasiun-radio-ilegal-di-kaltim-akan.html' title='30 Stasiun Radio Ilegal di Kaltim Akan Ditertibkan'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-8936946532824443899</id><published>2009-01-22T04:31:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T04:33:23.802-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel radio'/><title type='text'>Presiden Siaran Langsung di RRI</title><content type='html'>&lt;strong&gt;PRESIDEN&lt;/strong&gt; Susilo Bambang Yudhoyono didampingi oleh Ibu Ani Yudhoyono melakukan siaran langsung dialog interaktif di Radio Republik Indonesia (RRI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog itu dilakukan di Ruang VIP Gedung RRI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat malam, dipandu oleh penyiar Eko Wahyuwanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Yudhoyono yang memakai kemaja biru senada dengan Ibu Ani melakukan dialog interaktif dengan pendengar RRI di beberapa wilayah terdepan di Indonesia, darii Sabang hingga Merauke selama setengah jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendengar RRI mulai dari Sabang, Merauke, Kepulauan Talau, hingga Pulau Rote mengeluhkan banyak hal kepada Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwar Fuady dari Sabang menyampakan sarana transportasi laut yang tidak layak di Pulau Sabang, sedangkan Agustina di Merauke dan Nurdiana di Pulau Rote mengeluhkan kelangkaan pupuk di tempat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para pendengar RRI yang berdialog interaktif melalui saluran telepon, Presiden berjanji pemerintah akan meningkatkan pembangunan infrastruktur di kawasan terpencil serta mengatasi masalah kelangkaan pupuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain disiarkan secara langsung ke seluruh pelosok Nusantara, acara dialog interaktif Presiden dengan pendengar RRI itu juga ditayangkan melalui layar lebar yang diletakkan di sisi Jalan Medan Merdeka Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para warga yang melintas sempat berhenti sejenak menyimak dialog tersebut bersama dengan para pedagang kaki lima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berdialog dengan pendengar RRI, Presiden Yudhoyono kemudian melakukan kunjungan ke Studio RRI Pro3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Presiden Yudhoyono di RRI dalam rangka persemian revitalisasi pemancar dan studio jaringan berita nasional Pro 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai acara peresmian, Presiden bersama Ibu Ani Yudhoyono direncanakan menyaksikan pagelaran wayang kulit lakon "Wahyu Maputorongo" yang didalangi oleh Ki Manteb Sudarsono. (AntaraNews)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-8936946532824443899?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/8936946532824443899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=8936946532824443899' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/8936946532824443899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/8936946532824443899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2009/01/presiden-siaran-langsung-di-rri.html' title='&lt;b&gt;Presiden Siaran Langsung di RRI&lt;/b&gt;'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-696251913272643689</id><published>2009-01-22T00:12:00.000-08:00</published><updated>2009-01-22T00:25:01.665-08:00</updated><title type='text'>Indonesian Radio Awards 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_sv-tpZalpiI/SXgtR60T96I/AAAAAAAAAC0/r7AvWdfiZBk/s1600-h/IRAward2008.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 222px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_sv-tpZalpiI/SXgtR60T96I/AAAAAAAAAC0/r7AvWdfiZBk/s320/IRAward2008.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294031147843712930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-696251913272643689?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/696251913272643689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=696251913272643689' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/696251913272643689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/696251913272643689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2009/01/indonesian-radio-awards-2008.html' title='Indonesian Radio Awards 2008'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_sv-tpZalpiI/SXgtR60T96I/AAAAAAAAAC0/r7AvWdfiZBk/s72-c/IRAward2008.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-1815710230075190570</id><published>2008-09-11T23:42:00.000-07:00</published><updated>2008-09-11T23:44:47.921-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel radio'/><title type='text'>RADIO JARINGAN DAN LIPUTAN MUDIK</title><content type='html'>&lt;strong&gt;DI&lt;/strong&gt; setiap lebaran sejumlah radio jaringan akan mempunyai kerja besar dengan menyelenggarakan peliputan arus mudik dan arus balik. Bahkan, sebuah radio berjejaring besar menyebut program ini akan direlay oleh sekian puluh radio dan didukung oleh sekian ratus reporter. Dahsat memang. Jutaan pemudik akan memperoleh informasi mengenai kondisi terkini jalur yang akan mereka lalui. Mereka akan akan dipandu melalui radio mitra yang di sepanjang jalur mudik [ada yang memulai dari Lampung hingga Denpasar].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyelenggarakan program ini radio mitra di daerah secara langsung harus menyediakan ‘space’ untuk merelay siaran tersebut. Tidak hanya itu, radio mitra ini juga dilibatkan dengan melibatkan kru atau reporter untuk melaporkan kondisi di daerahnya. Keterlibatan stasiun – stasiun radio mitra dalam program semacam ini juga akan membuat lebih dikenal karena logo dan nama mereka akan dicantumkan dalam booklet yang diberikan kepada pemudik. Selain itu, nama mereka secara berkala juga disebut di saat siaran relay berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah program ini, memang menjadi agenda tahunan yang membutuhkan tenaga ekstra. Ini tak lain karena biasanya program semacam ini berlangsung dari dinihari ke dinihari atau 24 jam. Jadi, pada waktu – waktu tertentu pemudik dapat senantiasa memproleh informasi setiap saat mulai dari kondisi jalan yang akan mereka lalui. Program ini juga didukung dengan layanan 24 jam untuk menginformasikan mengenai SPBU, rumah sakit, bengkel, hingga rumah makan yang terdekat. Selain itu, radio penyelenggara juga menyebar brosur yang berisi beragam informasi layanan termasuk stasiun radio yang menyiarkan program mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi ini diharapkan dapat membantu pemudik untuk menemukan gelombang frekuensi stasiun radio yang terdekat untuk memantau informasi mudik yang dipancarulangkan radio mitra di daerah. Dengan demikian, para pemudik dapat selalu memantau perkembangan informasi terkini hingga kampung halaman atau sebaliknya. Kondisi semacam ini, mengharuskan stasiun penyelenggara relay untuk mencari radio mitra yang sedapat mungkin satu format atau paling tidak mendekati format siaran mereka. Ini untuk menjaga agar para pemudik dapat terus memantau siaran mereka. Bisa dibayangkan jika si penyelenggara biasa memutar adult contemporary lalu bermitra dengan stasiun radio dangdut - misalnya. Para pemudik yang terbiasa mendengar siaran mereka di Jakarta, di perjalanan mudik kemudian mencari gelombang stasiun radio mitra, akan kecewa jika stasiun radio mendengar sesuatu yang kurang biasa. Dari pada tak nyaman – bisa jadi — lebih baik pindah gelombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini baru soal format musik. Program ini juga melahirkan reporter dadakan, sebab tidak semua radio mitra di daerah mempunyai reporter sebagaimana dimiliki oleh stasiun radio yang terbiasa dengan liputan atau reportase. Jika demikian, akan lain pula penyampaiannya atau yang terbiasa reportase dan yang kurang terbiasa menyampaikan laporan. Dengan kata lain, untuk mempertahankan pemudik agar tetap bertahan di satu program yang disiarkan banyak radio bukan perkara mudah. Namun, hal ini bukan tidak mungkin dilakukan dengan pendekatan solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, peliputan ini akan lebih optimal jika radio partner di daerah yang mempunyai format – paling tidak untuk musik yang sejenis, atau jika penyelenggara relay radio berita yang tidak memutar musik dapat memutar lagu yang digemari target audience mereka. Bermitra dengan stasiun radio yang mempunyai program berita akan lebih baik, karena memiliki reporter yang dapat mendukung penuh program ini. Kedua, bermitra dengan stasiun radio yang berkerja di jalur FM akan lebih memudahkan mendengar selalu memantau perkembangan informasi di jalur mudik . Bekerja sama dengan radio di luar jalur FM akan menyulitkan pendengar [pemudik], karena mereka harus mengubah gelombang dan mencari gelombang, disamping kualitas suara yang kurang mendukung. Ketiga, program pendukung seperti layanan informasi dan penyebaran booklet program ke pemudik harus lebih masive – hingga pemudik merasa dimudahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu bagi stasiun radio mitra juga perlu mempertimbangkan sejumlah hal jika berkeinginan terlibat dalam sindikasi program semacam ini. Ini antara lain dikarenakan stasiun radio mitra di daerah juga tidak semua siaran 24 jam. Padahal, program ini mengharuskan mereka menambah jam siaran. Belum lagi dari sisi marketing dan program. Tak dapat dihindari pemasukan dari program ini akan dihadapkan pada berapa lama program tersebut akan menghabiskan slot iklan setiap jamnya. Selain itu, perlu pula penyesuaian program yang sudah ada harus dengan hadirnya program tahunan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ditulis oleh: &lt;/em&gt;&lt;a href="http://cahradio.multiply.com/" target="_blank"&gt;&lt;em&gt;Ariyanto&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt; - broadcaster sebuah radio di Solo&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-1815710230075190570?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/1815710230075190570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=1815710230075190570' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/1815710230075190570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/1815710230075190570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2008/09/radio-jaringan-dan-liputan-mudik.html' title='RADIO JARINGAN DAN LIPUTAN MUDIK'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-7986339843347905775</id><published>2008-09-08T01:01:00.000-07:00</published><updated>2008-09-08T01:05:06.075-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel radio'/><title type='text'>Laporan yang Berguna Bagi Pemudik</title><content type='html'>&lt;strong&gt;SUDAH &lt;/strong&gt;menjadi kebiasaan, sekian hari menjelang hari Lebaran sampai sekian hari sesudah Lebaran, pemudik akan beramai-ramai meninggalkan kota yang selama ini menjadi tempat untuk mencari nafkah menuju kampung halamannya. Jumlah pemudik yang tidak sedikit akan memenuhi jalan-jalan raya di sepanjang pulau Jawa, baik di jalur pantai utara maupun jalur pantai selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang rekan wartawan dari sebuah majalah otomotif baru-baru ini mengirimkan email, yang berisi beberapa pertanyaan wawancara mengenai kesiapan radio dalam menyampaikan liputan mengenai arus mudik dan arus balik. Pertanyaan-pertanyaan dalam email itu memicu munculnya pertanyaan di benak saya “&lt;em&gt;Masih perlukah sebuah radio menyiarkan informasi kepadatan arus mudik dan arus balik&lt;/em&gt;?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi yang rutin terjadi setiap tahun, tentunya bukan lagi hal yang mengherankan. Apa yang harus dilakukan radio agar informasi lokalnya bisa menjadi lebih bermanfaat? Apalagi kondisi yang terjadi adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kemacetan sudah biasa terjadi sepanjang arus mudik dan balik. Sebagai pembanding, apakah akan menjadi informasi yang menarik jika kita melaporkan kemacetan di sebuah ruas jalan yang memang setiap hari terjadi? Justru sebaliknya akan menjadi berita kalau jalan yang biasanya macet suatu saat tidak macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Televisi dan media cetak banyak yang sudah menginformasikan daerah-daerah rawan macet, termasuk jalan-jalan alternatif yang bisa dilalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sumber informasi diluar media konvensional semakin beragam, mulai dari leaflet peta dan panduan mudik yang disebar oleh berbagai organisasi dan produk, layanan sms, petugas polisi dan volunteer di lapangan, papan petunjuk jalan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bagi mereka yang biasa mudik, sudah mengetahui daerah atau jalanan yang biasa mereka lalui setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, bukan berarti radio tidak perlu memberikan informasi berkaitan dengan tradisi mudik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bisa dilakukan radio diantaranya adalah:&lt;br /&gt;- memberikan siaran yang menghibur bagi mereka yang melalui atau singgah di kota kita.&lt;br /&gt;- memberikan informasi lalu lintas yang tidak biasa terjadi, seperti kecelakaan, perubahan jalur dan lain sebagainya. Jangan hanya menginformasikan kepadatan arus lalu lintas, karena selama arus mudik dan balik, hal ini adalah hal biasa yang sudah diketahui oleh pendengar.&lt;br /&gt;- memberikan informasi tempat wisata, tempat istirahat dan lain sebagainya yang lebih bermanfaat bagi pendengar.&lt;br /&gt;- dan berbagai ide informasi dan program kreatif lainnya. (&lt;em&gt;radioclinic-Alex Santosa&lt;/em&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-7986339843347905775?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/7986339843347905775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=7986339843347905775' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/7986339843347905775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/7986339843347905775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2008/09/laporan-yang-berguna-bagi-pemudik.html' title='Laporan yang Berguna Bagi Pemudik'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-183468378363092140</id><published>2008-08-29T02:47:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T02:52:08.634-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel radio'/><title type='text'>Sang Penghasut</title><content type='html'>&lt;strong&gt;BEBERAPA &lt;/strong&gt;waktu lalu seorang rekan mengajak berdiskusi soal keluhan-keluhan yang dijumpainya saat menghadapi pertanyaan klien. Mungkin saja kasus yang sama pernah juga dialami oleh tenaga penjualan kita. Salah satu masalah yang dihadapi adalah, klien enggan beriklan di radio karena radio dianggap tidak bisa memvisualkan bentuk produknya dan lebih memilih beriklan melalui koran, menyebarkan leaflet atau bahkan melalui televisi. Dalam keadaan seperti ini, yang perlu dijelaskan ke klien, diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Iklan radio bisa difungsikan untuk mengingatkan keberadaan produk kepada pendengar. Kekuatan beriklan di radio tergantung pada konsistensi dan frekwensi penyiaran. Karena harganya yang relatif ekonomis dibandingkan dengan media cetak dan televisi, klien dapat memasang iklan di radio lebih banyak. Semakin sering iklan disiarkan akan semakin banyak pula pendengar yang akan mengetahui produk tersebut. Sehingga jika suatu saat mereka memerlukan barang sejenis, mereka akan teringat pada produk klien kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Beriklan di radio tidak harus selalu menonjolkan bentuk produk. Masih banyak hal lain yang bisa dipromosikan, misalnya dari sisi harga, keistimewaan, paket promo yang sedang berlangsung dan lain sebagainya. Bahkan melalui Public Service Announcement atau iklan layanan masyarakat pun kita bisa merayu pendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Melalui talkshow di media radio, klien sangat bisa memaparkan product knowledge dan keunggulan produk tersebut. Bahkan klien bisa langsung berinteraksi dengan calon pembelinya. Selain menyediakan waktu yang lebih luas untuk memaparkan keisitimewaan produk, harga ekonomis dan bisa berinteraksi langsung dengan pendengar, keuntungan lain dari talkshow adalah sifatnya yang personal dan intimate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui talkshow bisa dibina korelasi YOU and ME antara klien sebagai pemilik produk dan pendengar sebagai calon konsumen. Pendengar yang mengalami masalah atau ingin tahu lebih lanjut, bisa langsung berdialog dengan klien. Interaksi secara langsung seperti ini sulit dilakukan di media cetak. Di televisi, talkshow mungkin saja dilakukan, namun biayanya jauh lebih mahal dan belum tentu bisa disiarkan secara live.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mungkin meski kita sudah berbusa memaparkan semua keunggulan itu ke klien, bisa jadi klien berkata: “&lt;em&gt;Ya, tapi tetap saja produk saya tidak terlihat bentuknya&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada situasi seperti inilah kita keluarkan keunggulan radio yang berikutnya: &lt;strong&gt;THEATER OF MIND. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam spot iklan, adlibs maupun talkshow produk yang dipromosikan bisa terdiskripsikan dengan bagus, gambaran produk bahkan image produk di benak pendengar bisa berkail-kali lipat lebih bagus dari aslinya. Melalui penuturan yang tepat, pendengar sudah bisa membuat gambar atau visualisasi sendiri di benak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, hati-hati dengan radio, jika &lt;em&gt;theater of mind&lt;/em&gt; terbentuk dengan baik dan pikiran pendengar dikuasai, maka tidak menutup kemungkinan radio bisa menjadi penghasut sejati Tidak percaya? Silahkan mencoba. (&lt;em&gt;radioclinic-Alex Santosa&lt;/em&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-183468378363092140?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/183468378363092140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=183468378363092140' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/183468378363092140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/183468378363092140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2008/08/sang-penghasut.html' title='Sang Penghasut'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-7944241788401361764</id><published>2008-08-29T02:36:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T02:41:49.368-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel radio'/><title type='text'>Pilih mana? Pendengar atau Pengiklan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;BANYAK &lt;/strong&gt;kesulitan yang dihadapi rekan-rekan pengelola radio dalam menggaet pengiklan. Selain susah mendapatkan pengiklan, radio juga dibenturkan pada posisi tawar yang lemah. Sehingga sering kali radio tidak bisa berbuat apa-apa jika pengiklan meminta fasilitas macam-macam dan menawar harga semurah mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa sebuah radio posisi tawarnya lemah dan tidak bisa menjadi pengendali penawaran harga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kita harus pikirkan adalah, siapa sebenarnya konsumen radio? Pengiklan atau pendengar? Jika kita telaah, yang menjadi konsumen sesungguhnya dari sebuah radio adalah pendengar kita. Sedangkan pengiklan akan secara otomatis menitipkan pesan promosinya jika radio kita memang memiliki banyak pendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan data jumlah pendengar yang kita miliki, pengiklan akan bisa menghitung efisiensi dan efektifitas menggunakan radio kita sebagai sarana promosi. Selain acara yang bagus dan jumlah pendengar yang banyak, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar proses selling menjadi lebih mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa radio tidak meyakinkan pengiklan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Positioning radio yang tidak sesuai realita&lt;br /&gt;2. Tidak mengenali fakta-fakta demografi dan psikografi pendengarnya&lt;br /&gt;3. Deskripsi program tidak menjelaskan keunggulan kompetitif&lt;br /&gt;4. Tidak menjamin ekspektasi pengiklan bahwa radio adalah solusi promosi&lt;br /&gt;5. Informasi tentang radio tersebut minim dan tidak komunikatif&lt;br /&gt;6. Untuk menghindari hal-hal tersebut diatas, maka dibutuhkan berbagai data dan hasil analisa yang bisa menjadi bukti bahwa radio kita adalah media yang handal dan solusi yang tepat bagi pengiklan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data dan analisa yang perlu dimiliki dan disiapkan:&lt;br /&gt;1. Potensi pendengar radio&lt;br /&gt;2. Penetrasi radio ke pendengar&lt;br /&gt;3. Perilaku dan psikografi pendengar&lt;br /&gt;4. Periklanan dan industri periklanan&lt;br /&gt;5. Persaingan dengan kompetiter&lt;br /&gt;6. Pengaruh . dampak siaran iklan terhadap pendengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber data dan analisa bisa diperoleh dari:&lt;br /&gt;1. lembaga riset&lt;br /&gt;2. hasil penelitian berbagai lembaga&lt;br /&gt;3. departemen riset dan development&lt;br /&gt;4. database pendengar&lt;br /&gt;5. respon dan reaksi pendengar&lt;br /&gt;6. kegiatan off air&lt;br /&gt;7. hasil skripsi, thesis, disertasi mahasiswa yang melakukan penelitian di radio kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data-data dan hasil analisa diatas, kita bisa menyiapkan satu paket data komunikasi bisnis untuk kita ajukan ke pengiklan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang perlu disiapkan untuk melakukan komunikasi bisnis:&lt;br /&gt;1. Data potensi radio yang sejalan dengan target yang ingin dicapai oleh pengiklan, yaitu data demografi dan psikografi pendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Design komunikasi penetratif di radio, terdiri dari bentuk kemasannya, elemen acaranya dan durasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Layanan purna jual, seperti intensitas komunikasi untuk menjamin ekspektasi klien dan biaya penyiaran yang memiliki nilai tambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Melakukan evaluasi dampak iklan / promosi yang dilakukan pengiklan, terdiri dari skala potensi radio terhadap keuntungan klien serta kegiatan renovasi dan inovasi produk siaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memiliki data-data kekuatan radio kita, juga perlu kita sadari dan waspadai bahwa selera pendengar selalu berubah. Untuk itu, kenalilah dengan baik dan benar khalayak pendengar kita, melalui riset - pengolahan data - analisa, termasuk pemahaman terhadap peta SWOT radio kita (strength, weakness, opportunity, threat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian kita akan memiliki pendengar yang benar-benar bisa kita jual ke pemasang iklan. (&lt;em&gt;radioclinic-Alex Santosa&lt;/em&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-7944241788401361764?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/7944241788401361764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=7944241788401361764' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/7944241788401361764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/7944241788401361764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2008/08/pilih-mana-pendengar-atau-pengiklan.html' title='Pilih mana? Pendengar atau Pengiklan'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-7472193175948324917</id><published>2008-08-29T02:31:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T02:34:21.443-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel radio'/><title type='text'>Radio dan Internet</title><content type='html'>&lt;strong&gt;DATA&lt;/strong&gt; dari &lt;a href="http://www.apjii.or.id/news/index.php?ID=2002052301445&amp;amp;lang=ind" target="_blank"&gt;Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia (APJII)&lt;/a&gt;, menunjukkan bahwa hingga pertengahan tahun 2008 di Indonesia tercatat sekitar 25 juta pengguna internet. Angka ini ditargetkan meningkat hingga 50 juta pengguna pada akhir tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin meningkatnya pengguna internet di Indonesia perlu menjadi perhatian kita yang bergerak di dunia radio, agar tidak tergerus perkembangan tekhnologi. Membangun website interaktif dan radio online, bisa menjadi salah satu cara untuk tetap mengikat pendengar kita yang semakin banyak menghabiskan waktunya untuk ber-internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak radio yang sudah memiliki website, namun apakah fungsi dari website radio hanya sebagai media promosi? Idealnya apa isi website tersebut agar bisa lebih mendatangkan manfaat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Website sebuah radio antara lain bisa diisi dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Non program&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;Visi dan misi perusahaan disertai profil pengelola.&lt;br /&gt;Data tekhnis radio dan tarif iklan. Akan lebih mempermudah jika disediakan fasilitas pemasangan iklan dan pengiriman materi iklan secara online.&lt;br /&gt;Arsip kegiatan-kegiatan off air yang pernah diselenggarakan.&lt;br /&gt;Testimonial klien yang pernah menggunakan jasa radio kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Program&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;Profil acara dan penyiar, lengkap dengan fasilitas agar pendengar bisa berinteraksi langsung ke dalam acara maupun dengan penyiar secara online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radio streaming, untuk mengantisipasi pendengar yang sedang berada di luar jangkauan siaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Podcast (atau bahkan videocast) acara, agar pendengar yang tidak sempat mendengarkan acara secara langsung bisa mendengarkannya melalui internet di waktu yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chat room dan forum, agar pendengar bisa saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya&lt;br /&gt;Jika memiliki acara berita, kita juga bisa memasukkan naskah berita / informasi yang disiarkan dan rutin memperbaharuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa juga menampilkan promo acara dan rencana kegiatan yang akan dilakukan, serta membuka halaman kritik dan saran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas-fasilitas yang ada dalam website bisa terus dikembangkan. Usahakan untuk melakukan update sesering mungkin, jangan sampai hanya dibuat kemudian ditinggalkan. (&lt;em&gt;radioclinic-Alex Santosa&lt;/em&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-7472193175948324917?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/7472193175948324917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=7472193175948324917' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/7472193175948324917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/7472193175948324917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2008/08/radio-dan-internet.html' title='Radio dan Internet'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-8828424471560783142</id><published>2008-08-21T21:58:00.000-07:00</published><updated>2008-08-21T22:52:41.146-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sales'/><title type='text'>Pentingkah Iklan Radio?</title><content type='html'>Amalia E. Maulana, Kandidat Doktor School of Marketing UNSW, Australia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa penting kita beriklan di radio? Apa saja manfaat yang akan kita peroleh jika beriklan di radio? Bagaimana cara yang terbaik memanfaatkan media radio ini untuk bisnis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasbi Nur Anan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Hasbi, Dari masa ke masa, peranan radio selalu penting. Bermunculannya berbagai media elektronik, termasuk maraknya Internet pun, tidak menenggelamkan radio sebagai salah satu media pilihan konsumen. Karenanya, iklan di radio tetap perlu untuk dipertimbangkan dalam integrated marketing communication (IMC) sebuah brand campaign.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pagi hari dan sore hari dimana sebagian masyarakat terjebak kemacetan lalu lintas, radio di mobil menjadi teman perjalanan yang menyenangkan. Breaking news dan obrolan santai dari para penyiar radio mengurangi stress yang dirasakan sepanjang perjalanan. Sulit bagi media lain untuk mendapatkan coverage setinggi radio pada jam-jam kemacetan lalu lintas ini.Disamping teve lokal yang sekarang sudah mulai menjamur, radio merupakan pilihan yang tepat untuk menjangkau konsumen di daerah tertentu, termasuk di pedalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memilih tipe program dan segmen radio yang sesuai, pengiklan bisa lebih fokus untuk mengekspose brandnya ke tipe pendengar yang lebih segmented, baik itu dari segi usia, etnik maupun lifestyle tertentu.Kelebihan lain dari radio adalah lebih singkatnya waktu untuk mempersiapkan materi iklan. Materipun bisa dikemas/dibawakan dengan gaya bahasa sedemikian rupa sehingga sesuai dengan selera pendengar lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tipe program radio yang mendapat rating tinggi adalah yang menyediakan interaksi langsung, baik itu antar pendengar maupun antar pendengar dan penyiar. Diskusi-diskusi interaktif ini punya magnet yang kuat karena terbukti memberikan banyak insight bagi pendengar untuk masalah-masalah yang sedang hangat dibicarakan di media lainnya.Walaupun tampaknya sederhana, membuat materi iklan radio dan pembuatan rencana pemasangan iklannya bukanlah sesuatu yang saya rekomen untuk â€˜DIYâ€ (do-it-yourself).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi iklan yang baik selain dibutuhkan untuk mendorong penjualan, juga merupakan citra kredibilitas brand dan perusahaan. Saran saya, mintalah bantuan profesional, baik itu team dari biro iklan maupun rumah produksi yang menawarkan jasa serupa. Mereka lebih berpengalaman dalam mendisain dan menciptakan iklan yang baik, dan mampu membuatkan rencana pemasangan iklan yang selain lebih ekonomis juga lebih sesuai dengan tujuan campaign.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan radio yang efektif adalah yang mampu melibatkan pendengarnya. Engagement bisa diperoleh dari pemilihan kata-kata yang menarik atau humoris, dari komponen musik dan dari sound effect lainnya. Adakalanya, radio setempat juga menawarkan jasa untuk membacakan script iklan oleh penyiarnya. Ini bagus, karena mampu menepis kebosanan pendengar yang lelah dijejali iklan yang bertubi-tubi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gaya tersendiri, penyiar membacakan script iklan dengan renyah dan dibumbui cerita-cerita keseharian, sehingga lebih merasuk ke benak pendengar. Hanya saja, harus tetap dilakukan suatu monitoring khusus, untuk meyakinkan bahwa penyiar tidak terlalu jauh memodifikasi script yang dikemas untuk brand.Karena harganya yang relatif lebih murah, iklan radio bermanfaat untuk meningkatkan frekuensi eksposure sebuah campaign. Dengan tingginya frekuensi, awareness terhadap pesan yang disampaikan melalui media radio akan dengan cepat dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan adalah adanya sinergi antara pesan brand yang disampaikan lewat media radio dengan pesan brand yang disampaikan di media lainnya. Jangan sampai masing-masing media menyampaikan hal yang tidak berhubungan, bahkan bertentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangkan juga membeli paket-paket sponsorship seperti program berita, program situasi lalu lintas, kontes, dll. Paket memberikan kesempatan muncul lebih sering, dan harganya juga umumnya lebih murah jika dihitung per spot. Negosiasikan agar iklan brand Anda yang pertama muncul setiap jeda dalam program, untuk mendapatkan eksposure maksimum.Ada beberapa kelemahan media radio. Media ini kadang hanya dijadikan semacam latar belakang saja, sehingga kesannya diabaikan oleh pendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya iklan di radio harus sering frekuensinya. Juga, iklan ini tidak memiliki visual, baik itu berupa gambar maupun teks, sehingga ada keterbatasan untuk menarik perhatian secara suara/audio. Kekurangan lainnya adalah tidak tersedianya banyak studi atau survei yang secara spesifik menunjukkan efektivitas iklan radio, sehingga pengiklan tidak punya support kuat untuk mendukung keputusannya.Masih lebih banyak manfaat beriklan di radio dibandingkan kekurangannya, oleh karena itu jangan ragu untuk mempertimbangkan media ini. Segera undang biro iklan Anda untuk membicarakan rencana beriklan di radio.Salam  (&lt;strong&gt;swa&lt;/strong&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-8828424471560783142?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/8828424471560783142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=8828424471560783142' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/8828424471560783142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/8828424471560783142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2008/08/pentingkah-iklan-radio.html' title='Pentingkah Iklan Radio?'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-1477710132341040214</id><published>2008-08-20T23:29:00.000-07:00</published><updated>2008-08-20T23:35:55.889-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riset'/><title type='text'>Affluent Shopper Insight in Mall</title><content type='html'>Friday, 15 August 2008, Fungsi mal, terutama bagi kalangan &lt;em&gt;affluent&lt;/em&gt;, lebih sebagai tempat hang out ketimbang sebagai tempat shopping semata. Tak heran strategi marketing mal untuk kalangan ini menjadi berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan &lt;em&gt;affluent&lt;/em&gt; Jakarta mengunjungi mal lebih dari satu kali dalam sepekan. Mereka memanfaatkan mal lebih sebagai tempat untuk hang out ketimbang untuk window shopping atau untuk shopping sekalipun. Hal ini terlihat dari survei yang dilakukan Majalah MIX-MarketingXtra terhadap 32 pengunjung (dipilih secara acak) di empat mal premium di Jakarta, yaitu Grand Indonesia, Plaza Senayan, Senayan City dan Pacific Place.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survei yang diselenggarakan pada akhir Mei 2008 itu menunjukkan 52% responden datang ke mal untuk hang out, 24% karena akan membeli sesuatu, 18% untuk window shopping, dan masing-masing 3% datang ke mal karena ada urusan pekerjaan dan sebagai tempat transit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat tujuan kedatangan mereka, tak heran kalau mereka tidak sendirian datang ke mal. Sekitar 42% responden mengaku datang bersama temannya, masing-masing 22% datang bersama pasangan atau keluarga, dan masing-masing 5,7% datang sendiri atau bersama klien.&lt;br /&gt;Sebagai ruang bersosialisasi, tak heran responden betah berlama-lama menghabiskan waktu di mal. Sebagaimana terlihat dari banyaknya responden (38%) yang menghabiskan waktu dua sampai tiga jam berada di mal yang memang cukup nyaman ini. Bahkan 31% responden menghabiskan waktu di mal lebih dari tiga jam. Sementara 22% responden berada di mal antara satu sampai dua jam, dan 9% responden berada di mal kurang dari satu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal frekuensi kunjungan, seperti disinggung di atas, kalangan masyarakat ini cukup sering mengunjungi mal. Tercatat, 42% responden datang lebih dari sekali dalam seminggu, 21% responden datang masing-masing sekali dalam sebulan dan seminggu, dan 14% datang dua kali dalam sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun cukup lama dan cukup sering berada di mal, namun ini tidak identik dengan banyaknya pengeluaran, karena kebanyakan dari mereka (42%) hanya mengeluarkan uang dari Rp200.000–Rp500.000 dalam sekali kunjungan. Meski diyakini pengunjung mal ini berasal dari golongan menengah atas, ternyata hanya 17% dari mereka yang menghabiskan Rp1.000.000 sampai Rp2.000.000 per kunjungan. Malah 34% dari mereka menghabiskan uang kurang dari Rp200.000 sekali kunjungan, dan 7% mengaku mengeluarkan dana Rp 500.000–Rp 1.000.000 per kunjungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shirley, seorang ibu rumah tangga yang ditemui MIX di Grand Indonesia, mengaku bahwa ketika ia datang ke mal tersebut, yang ia sering kunjungi hanya toko aksesoris, sambil nonton. “&lt;em&gt;Kalau mau belanja banyak, saya biasanya datang ke Mangga Dua&lt;/em&gt;,” katanya. Jika dikaitkan dengan determinasi karakter upper market dalam perilaku belanja, setelah ditelusuri Shirley termasuk golongan Soldier of Fortune. Tipe shopper ini adalah mereka yang cenderung lebih berhati-hati dalam menggunakan uangnya, family oriented, dan lebih senang menghabiskan waktunya bersama keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tak Satu Pun Conservative Solitude&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu pada segmentasi psikografis yang dibuat oleh Nielsen Indonesia (2005), MIX mencoba mengkonfirmasinya kepada responden. Hasilnya, pengunjung mal premium di ibukota ini mewakili psikografi Soldier of Fortune (38%), Fashion Forward (30%) dan Constant Hedonist (32%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fashion Forward dan Constant Hedonist yang termasuk dalam kelompok modern shopper lebih banyak dibandingkan traditional shopper yang dibedakan menjadi Soldier of Fortune dan kelompok Conservative Solitude yang tidak ditemukan dalam salah satu kepribadian responden. Conservative Solitude, menurut Nielsen, adalah mereka yang memiliki pemikiran konservatif, tidak terbiasa dengan teknologi, cenderung pasif, serta tidak terlalu memikirkan penampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menjelaskan mengapa mereka tidak terlalu menyukai mal, tempat yang sering diasosiasikan untuk mereka yang ingin terlihat dan melihat (&lt;em&gt;to see and to be seen&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deska Aprilia, seorang mahasiswi yang ditemui MIX di Senayan City mengaku datang ke mal ini dua kali dalam seminggu, dan paling sering mengunjungi counter HP. Menggandrungi segala yang berkaitan dengan gadget baru ini adalah salah satu ciri dari kelompok &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Fashion Forward&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, selain berorientasi pada merek, memperhatikan penampilan, pengikut trend, dan menyenangi barang-barang berkualitas. Deska yang mal ibarat rumah kedua baginya mengamini hal ini. “&lt;em&gt;Saya memang brand minded, tapi sebenarnya tergantung item&lt;/em&gt;,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Constant Hedonist&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang dicirikan dengan perilaku impulsif, cenderung menghabiskan uang tanpa perencanaan, menyukai hiburan dan musik, serta senang menghabiskan waktu dengan pergi keluar. Ciri lainnya adalah memiliki pengeluaran yang besar. MIX menemui Marissa di Senayan City. Gadis berusia 22 tahun yang termasuk kategori ini, mengaku mengeluarkan Rp 1.000.000 sekali kunjungan ke mal, untuk nongkrong dan shopping terutama di toko sepatu dan baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya minat terhadap mode menjawab pertanyaan outlet yang paling sering dikunjungi, yaitu fashion store (41%). Sementara restoran, cafe atau foodcourt berada di urutan kedua (30%), diikuti toko buku (13%), toko sepatu (7%) dan bioskop, toko elektronik, dan toko aksesoris (masing-masing 3%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara 80-an mal yang ada di Jakarta, responden lebih memilih untuk mengunjungi 4 mal ini karena lokasinya yang sangat stragetis. Faktor ini dipilih oleh 17% responden. Yang lain memilih masih sepi (14%), lebih dekat (14%), nyaman(11%), toko dan fasilitas lengkap (11%), masih baru (11%), luas dan dipersepsikan bagus masing-masing 5%, serta banyak makanan (3%), dan sophisticated (3%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan upper market yang mengunjungi mal ini ternyata tidak terlalu merespon sales promo yang dilakukan toko-toko yang ada di mal. Kondisi yang mendorong mereka untuk melakukan pembelian tetap didominasi oleh adanya kebutuhan (76%), sisanya jika ada sale atau diskon (12%), jika keluar item terbaru (8%), dan tergantung mood (4%). Seorang responden yang tidak mau menyebutkan namanya, memberikan alasan pada MIX. “&lt;em&gt;Kalau sedang ada sale, tapi tidak butuh, buat apa beli&lt;/em&gt;,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Soldier Fortune&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;Family oriented dan memandang diri mereka spiritual&lt;br /&gt;Dipengaruhi diri sendiri, bukan dipengaruhi keadaan sekitar&lt;br /&gt;Berhati-hati dalam menggunakan uang&lt;br /&gt;Berpikir sukses bukan hanya diukur dari keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Conservative Solitude&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;Tertinggal jika berhubungan dengan teknologi&lt;br /&gt;Bukan orang yang berorientasi pada penampilan&lt;br /&gt;Memiliki pemikiran yang konservatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fashion Forward&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;Berorientasi pada penampilan&lt;br /&gt;Berorientasi pada merek&lt;br /&gt;Suka pada gadget-gadget baru&lt;br /&gt;Sangat optimistis mengenai masa depan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Constant Hedonist&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Memiliki pengeluaran yang besar&lt;br /&gt;Fun seekers&lt;br /&gt;Short term thinkers—hidup untuk hari ini dan tidak terlalu memikirkan hari esok&lt;br /&gt;Menyukai musik dan hiburan, senang memanjakan diri mereka sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber&lt;/strong&gt;: Nielsen Indonesia, 2005 (&lt;em&gt;Mjlh Mix&lt;/em&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-1477710132341040214?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/1477710132341040214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=1477710132341040214' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/1477710132341040214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/1477710132341040214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2008/08/affluent-shopper-insight-in-mall.html' title='Affluent Shopper Insight in Mall'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-5422808868409420781</id><published>2008-08-20T22:13:00.000-07:00</published><updated>2008-08-20T23:13:48.737-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riset'/><title type='text'>DESTINASI EKSEKUTIF JAKARTA</title><content type='html'>&lt;strong&gt;PLAZA&lt;/strong&gt; Senayan, Rumah Sakit Mitra Keluarga, Cafe Starbucks, dan Salon Johnny Andrean menjadi lokasi paling difavoritkan para eksekutif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut riset yang dilakukan Business Digest—Swa Group, keempat merek tersebut menempati posisi puncak di kategorinya masing-masing. Plaza Senayan, mampu meraih persentase tertinggi di kategori mal yang paling difavoritkan responden, yakni sebesar 21,5%. Plaza Senayan sukses mengalahkan Pondok Indah Mall (18,3%), Kelapa Gading Mall (18,3%), Mal Taman Anggrek (9,7%), dan Senayan City (9,7%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan &lt;em&gt;Rumah Sakit Mitra Keluarga&lt;/em&gt;. Hasil survei menunjukkan, 23,9% responden menjawab Mitra Keluarga sebagai rumah sakit yang paling difavoritkan. Angka tersebut jauh meninggalkan merek rumah sakit lainnya, seperti Pondok Indah yang hanya mampu meraih 13,6%, Siloam (13,6%), International Bintaro (9,1%), dan St. Carolus (5,7%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, untuk kategori &lt;em&gt;cafe dan resto&lt;/em&gt;, Starbucks mampu menembus persentase tertinggi di hati responden, yakni 17,6%. Berikutnya, Pizza Hut membayanginya dengan perolehan 12,9%, MC Donald 8,2%, dan Hoka Hoka serta Hard Rock Cafe yang memiliki persentase sama, masing-masing 5,9%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kelompok salon, nama Johnny Andrean masih punya gigi untuk difavoritkan responden. Pemilik franchise Breadtalk Indonesia dan J.Co itu mampu difavoritkan oleh 34,8%. Perolehan itu meninggalkan jauh kompetitornya, Rudy Hadisuwarno (19,7%), Lutuye (15,2%), Peter Saerang (4,5%), dan Yopie Salon (3,0%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survei dilakukan kepada 100 orang eksekutif yang menjabat manager, director, maupun owner. Ke-100 responden tersebut ditanyai saat mereka mengunjungi mal-mal di wilayah Jakarta, pada 23-26 Juni 2008. Adapun metode yang digunakan adalah buster (diiplih sesuai dengan kebutuhan). (&lt;em&gt;*** Mjlh Mix&lt;/em&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-5422808868409420781?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/5422808868409420781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=5422808868409420781' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/5422808868409420781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/5422808868409420781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2008/08/destinasi-eksekutif-jakarta.html' title='DESTINASI EKSEKUTIF JAKARTA'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-9130987287249538227</id><published>2008-08-19T00:52:00.000-07:00</published><updated>2008-08-19T00:56:01.352-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Radio Jakarta'/><title type='text'>RADIO RAS FM JAKARTA</title><content type='html'>&lt;strong&gt;RAS Profile&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;95.5 RASfm Radio Alaikassalam Jakarta, hadir sebagai satu-satunya radio di Jakarta yang mengemas secara khusus keselarasan antara program da'wah dan informasi tanpa meninggalkan fungsi radio sebagai media hiburan, yang disajikan dengan kesejukan dalam tutur kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan inilah yang telah membuat kami menjadi referensi, barometer dan cara hidup bagi masyarakat pendengar yang loyal, yaitu "&lt;strong&gt;KELUARGA MUSLIM&lt;/strong&gt; yang &lt;strong&gt;DINAMIS, MODERN &lt;/strong&gt;namun tetap berpegang kepada nilai-nilai &lt;strong&gt;RELIGIUS&lt;/strong&gt; dengan toleransi tinggi" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berbekal pengalaman dalam melayani pendengar (ummat) dan mitra kerja, kami memahami cara penyajian program siar yang kreatif, informatif, edukatif serta menghibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melengkapi itu semua, 95,5 RASfm Jakarta, juga menghadirkan pesan motivasi, kisah hikmah, pesan satir dalam media jokes, radio play, materi siaran kata, insert, features dan lainnya.&lt;br /&gt;Semua itu disajikan secara sejuk, menghibur dan menyejukkan, sesuai dengan tema program 95,5 RASfm Jakarta yaitu " &lt;strong&gt;SUARA PETUNJUK DAN PENYEJUK HATI&lt;/strong&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi perkembangan saat ini, 95.5 RASfm-pun telah meningkatkan layanan dalam bidang teknologi informasi dengan menghadirkan website sebagai Pusat Informasi dan Da'wah Islam, Radio Streaming dimana program 95.5 RASfm dapat didengar diseluruh dunia yang terkoneksi dengan jaringan internet, layanan SMS Centre dengan database lebih dari 25.000 unique number, dan insya Allah juga akan dihadirkan suasana ruang ON Air melalui Web Cam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memiliki pendengar, kami juga memiliki komunitas terbesar Umat Islam di Jakarta yang tergabung dalam himpunan Tokoh Agama dan Masyarakat, Praktisi Lembaga Syariah, Penyelenggara Haji dan Umroh, Lembaga Pendidikan Islam, Jamaah Majlis, Forum Remaja Kampus dan Masjid, Organisasi Massa serta komunitas muslim lainnya, dan telah menjadi Radio dengan komunitas Umat Islam Terbesar di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;RAS Identity&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Perusahaan : &lt;strong&gt;PT. Radio Alaikassalam Sejahtera&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Station Id : RASfm Jakarta&lt;br /&gt;Audience Call : Sahabat RASfm&lt;br /&gt;Frekuensi : FM 95.5 Mhz&lt;br /&gt;No. Anggota PRSSNI : 392-11/1978&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tower : Self Supporting 120 mtr&lt;br /&gt;Pemancar : RVR VJ 5.000-Italy&lt;br /&gt;Antena : Siera-USA 6 bay&lt;br /&gt;Audio Processor : Omnia 5 Band&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangkauan : Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Karawang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;RAS Target &amp;amp; Segmentasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia : 20 - 45 tahun&lt;br /&gt;Sex : Wanita 60%, Pria 40%&lt;br /&gt;Social Economic Status ( SES ) : B, C, D dan A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psychographic : Keluarga Muslim yang dinamis, modern, religius, mengikuti perkembangan informasi terkini, berfikiran terbuka dan berwawasan luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Format Lagu : Pop Indonesia, Pop Religi, Nasyid, Musik Timur Tengah.&lt;br /&gt;Format Program : 95,5 RASfm Jakarta, hadir dengan serangkaian program pilihan, mulai dari program da'wah unggulan, program dialog interaktif dengan berbagai tema menarik, program pendidikan, program keluarga, kirim salam, pasar udara, request, opini, polling pendengar dan quiz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;95,5 RASfm Jakarta, juga hadir dengan berbagai informasi terkini, mulai dari info da'wah, info dunia Islam, info pendidikan, info politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, info keluarga, info lalu lintas, bursa kerja, info dunia usaha, info hiburan dan berbagai informasi terkini dari penjuru kota Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Radio Streaming&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://stream.rasfmjakarta.com:8000/listen.pls&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-9130987287249538227?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/9130987287249538227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=9130987287249538227' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/9130987287249538227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/9130987287249538227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2008/08/radio-ras-fm-jakarta.html' title='RADIO RAS FM JAKARTA'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-8697706386360742698</id><published>2008-08-18T21:18:00.000-07:00</published><updated>2008-08-19T00:40:02.968-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Edukasi Radio'/><title type='text'>Perkembangan Radio (II)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;MASYARAKAT&lt;/strong&gt; berubah, media baru bermunculan, seperti CD-I dan CD-Rom, internet, dan permainan-permainan dengan komputer. Melalui satelit, terbuka kemungkinan unuk menonton berbagai stasiun televisi dari segala penjuru dunia. Televisi bukan lagi barang baru, dan satu saluran dapat dipilih dari begitu banyak pilihan yang ada dan dapat dibandingkan dengan begitu banyak stasiun radio yang dapat kita pilih. Radio dan televisi menjadi media yang mempunyai segmen-segmen sasaran tersendiri. Saluran-saluran televisi mulai menentukan target penonton yang disasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun-stasiun radio juga menentukan kelompok-kelompok sasaran. Mereka membuat programa khusus, misalnya untuk masyarakat kelas menengah atau dengan tingkat pendidikan lebih tinggi; untuk orang-orang yang tertarik kepada berita olahraga, berbagai jenis musik, film-film, musik jazz, musik klasik dan lain-lain. Para pendengarlah yang menentukan pilihan dari antara stasiun-stasiun yang ada. Bukan radio swasta, radio pemerintah juga mulia mengkhususkan diri pada satu selera musik, seperti stasiun khusus musik klasik, musik pop, atau musik ountry, stasiun berita dan keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Programa radio yang disiarkan dalam tahun 1970-an dan 1990-an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1975&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Programa individual&lt;br /&gt;Durasi Berbeda dalam menit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Drama/komedi &lt;br /&gt;Berita&lt;br /&gt;Feature &lt;br /&gt;Majalah&lt;br /&gt;Olharaga&lt;br /&gt;Mimbar Agama&lt;br /&gt;Wawancara&lt;br /&gt;Topik Hangat&lt;br /&gt;Musik&lt;br /&gt;Pertunjukkan radio dengan penonton&lt;br /&gt;Dokumenter&lt;br /&gt;Programa Pendidikan/Radio sekolah&lt;br /&gt;Programa Diskusi&lt;br /&gt;Programa Seni/info&lt;br /&gt;Programa Anak muda&lt;br /&gt;Programa anak-anak&lt;br /&gt;Siaran kata/ceramah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1995&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Programa Formula Gabungan&lt;br /&gt;Durasi Dalam Jam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Musik&lt;br /&gt;Berita&lt;br /&gt;Ringkasan&lt;br /&gt;Wawancara Langsung&lt;br /&gt;Olahraga&lt;br /&gt;Mimbar Agama&lt;br /&gt;Phone in&lt;br /&gt;Iklan&lt;br /&gt;Jingle&lt;br /&gt;Reportase&lt;br /&gt;Siaran Langsung&lt;br /&gt;Berita bisnis&lt;br /&gt;Berita/info yang menarik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;- diambil dari buku The Professional Radio Presenter Penyiar Radio Profesional, Theo Stokkink (habis)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-8697706386360742698?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/8697706386360742698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=8697706386360742698' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/8697706386360742698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/8697706386360742698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2008/08/perkembangan-radio-ii.html' title='Perkembangan Radio (II)'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-1049992742103997393</id><published>2008-08-15T04:37:00.001-07:00</published><updated>2008-08-15T04:57:58.447-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Edukasi Radio'/><title type='text'>Sejarah Perkembangan Radio (I)</title><content type='html'>SEJARAH Radio yang pertama dimulai pada tahun 1895, dengan munculnya The Wireless Telegraph Company yang didirikan oleh seorang insinyur elektronika dari Italia. Dia menemukan suatu alternatif untuk mengirim pesan tanpa menggunakan kabel melewati jarak yang cukup jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian siaran yang pertama dimulai pada tahun 1919 oleh seorang Belanda. Dia adalah orang pertama yang mengudarakan siaran yang sudah dia umumkan sebelumnya sehingga orang-orang memang menunggu programa siaran tersebut dan siaran tersebut tidak hanya didengar secara kebetulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusunan acara dimulai : konser, drama radio dan berita dapat disiarkan. Orang-orang yang biasanya membaca buku sebagai hiburan, yang harus pergi ke gedung konser untuk mendengarkan musik, dan yang harus membeli koran setiap hari dapat memperoleh hal serupa dengan mendengarkan radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu dapat dipenuhi hanya dengan mendengarkan radio. Selanjutnya generasi mulai berganti. Dari antara generasi-generasi tersebut ada bintang radio : dosen-dosen, penyanyi-penyanyi, aktor-aktor, reporter-reporter dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun empat puluhan dan lima puluhan sebuah media baru mulai dikembangkan, yaitu televisi. Sejak itu, orang tidak hanya dapat mendengarkan apa yang terjadi di studio dan di seluruh dunia, mereka juga dapat melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja radio pada masa ini berbeda karena televisi mengambil alih banyak hal yang biasanya dibuat dan disiarkan oleh radio. Tidak ada lagi pertunjukkan besar dengan sebuah orkestra. Drama radio dan laporan dokumenter tidak lagi mendapat tanggapan dalam penyiarannya dan bahkan sama sekali tidak disiarkan di radio swasta. Orang lebih senang menonton televisi, dan radio bukanlah yang mereka cari-cari lagi. Namun ternyata ketertarikan itu hanya pada awalnya. Orang kemudian mulai menyadari bahwa radio dan televisi adalah media yang berbeda, dan radio bukanlah satu set televisi yang rusak: televisi tanpa gambar. Peran radio mulai berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang mulai menyadari peralihan fungsi radio pada sekitar tahun enam puluhan dan tujuh puluhan. Industri musik menjadi bertambah penting bagi radi. Karena musik dan karena peran radio sebagai sebuah media imajinasi, radio menjadi populer lagi dan bahkan semakin bertambah populer. ORang menyembunyikan radio mereka sepanjang hari. Radio, khususnya D.J. radio, menjadi sahabat mereka. Radio selalu ada di sekitar mereka, seperti keempat dinding dalam kamar. Namun di samping itu, radio memberi informasi sepanjang hari, juga malam hari. Radio mempunyai peran yang berbeda dalam kehidupan sehari-hari, tidak seperti pada tahun lima puluhan dan enam puluhan. Perkembangan ini terus berlangsung. - &lt;em&gt;diambil dari buku The Professional Radio Presenter Penyiar Radio Profesional, Theo Stokkink&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;to be continue&lt;/strong&gt;.&lt;/em&gt;....)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-1049992742103997393?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/1049992742103997393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=1049992742103997393' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/1049992742103997393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/1049992742103997393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2008/08/sejarah-perkembangan-radio-i.html' title='Sejarah Perkembangan Radio (I)'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-2395385458133217121</id><published>2008-08-15T04:04:00.000-07:00</published><updated>2008-08-15T04:26:01.835-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Radio'/><title type='text'>Mahaka Media, Lahirkan 2 'Bayi Ajaib' Radio di jakarta</title><content type='html'>&lt;b&gt;PERSAINGAN RADIO &lt;/b&gt;di Jakarta, bisa dibilang "mepet-mepet" karena kompetisinya ketat. Radio yang benar-benar punya segmentasi jelas dan kuatlah yang bakal dipasang sebagai penghibur pendengarnya. Nggak heran, kiat dan sasaran yang jelas itulah yang dibidik oleh Mahaka Media ketika menggebrak melahirkan "bayi ajaib" GEN FM, dan kini mencoba menggebrak dengan logo baru JAK FM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kita di Mahaka selalu ingin memberikan sesuatu yang berbeda dan punya komunitas yang kuat. Kita tidak ingin menjadi kompetitor tapi menciptakan ruang yang berbeda&lt;/em&gt;," ujar Direktur Mahaka Media, Erick Thohir kepada wartawan di Blitz Megapleks, Kamis [22/5/2008].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pria penggila bola basket ini, radio menjadi salah satu sektor industri media yang diproses secara matang dan dilahirkan sesuai dengan target market serta kebutuhan. "&lt;em&gt;Lewat proses riset yang detil kita ingin radio dibawah Mahaka Media dapat menjadi radio pilihan dan mampu membentuk komunitas baru yang trendy&lt;/em&gt;," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erick menyebut GEN FM sebagai melakukan invias cerdas dalam menyuguhkan informasi dan hiburan yang fokus pada target market yagn disasar. "&lt;em&gt;Radio ini mampu membius kaum urban Jakarta untuk menjadi komunitas yang modern dan gaul&lt;/em&gt;," imbuh Erick.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses itu tak pelak memberi semangat baru kepada 101 JAK FM yabg mengambil pangsa pasar "lebih matang" dibanding adiknya, GEN FM. Menurut Adrian Syarkawi, Direktur Utama 98.7 GEN FM dan 101 JAK FM, dengan pangsa pasar urban usi 25-45 tahun dan tagline 'Best Music From the 90's and Today' JAK FM diharapkan mampu memanjakan telinga pada pendengarnya dengan musik yang berkelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara soal logo baru, JAK FM memang berusaha menempatkan dirinya dengan lebih rileks. Bentuknya yang seperti tanda tangan menunjukkan eksistensi para eksekutif muda sebagai target pendengar. Selain itu tanda tangan itu menyatakan jati diri yang tegas dan jiwa yang mapan sesuai dengan kelas sosial mereka. Garis biru yang terletak di atas kotak kuning melambangkan keunikan dan ekspresi yang dinamis dan tetap berpijak pada dasar yang jelas. Yang jelas, radio-radio yang dikelola anak muda itu diharapkan mampu memberikan warna baru dalam dinamika kaum urban Jakarta dan menjadi alternative baru dunia hiburan baik secara pendengar, komunitas dan tentu saja pemasang iklan. [&lt;em&gt;www.rileks.com&lt;/em&gt;]&lt;br /&gt;&lt;a class="iconuser" onclick="return hs.htmlExpand(this, { contentId: 'highslide-html', objectType: 'iframe', objectWidth: 400, objectHeight: 350} )" href="http://www.rileks.com/dsp_formuser.php?artid=31102006120734"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a class="iconuser" onclick="return hs.htmlExpand(this, { contentId: 'highslide-html', objectType: 'iframe',&amp;#9;&amp;#9;objectWidth: 400, objectHeight: 300} )" href="http://www.rileks.com/dsp_kirimteman.php?artid=31102006120734"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a class="iconuser" onclick="return hs.htmlExpand(this, { contentId: 'highslide-html', objectType: 'iframe', objectWidth:700, objectHeight:500} )" href="http://www.rileks.com/dsp_cetak.php?artid=31102006120734"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-2395385458133217121?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/2395385458133217121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=2395385458133217121' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/2395385458133217121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/2395385458133217121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2008/08/mahaka-media-lahirkan-2-bayi-ajaib.html' title='Mahaka Media, Lahirkan 2 &apos;Bayi Ajaib&apos; Radio di jakarta'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-5347197811962365048</id><published>2008-08-15T03:45:00.000-07:00</published><updated>2008-08-15T03:51:18.996-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Frekuensi dan Nama Radio'/><title type='text'>Radio-radio di Jagodetabek</title><content type='html'>* PAS FM: 92.4 MHz - Radio Bisnis Jakarta [18]   &lt;br /&gt;* Hardrock FM: 87.6 MHz [19]   &lt;br /&gt;* Mustang FM: 88.0 MHz [20]   &lt;br /&gt;* Arief Rahman Hakim (ARH-Global Radio): 88.4 MHz   &lt;br /&gt;* RRI Jakarta Pro 3: 88.8 MHz [21]   &lt;br /&gt;* Radio Utan Kayu: 89.2 MHz [22]   &lt;br /&gt;* I-Radio: 89.6 MHz [23]   &lt;br /&gt;* Elshinta: 90.0 MHz [24]   &lt;br /&gt;* Cosmopolitan FM: 90.4 MHz [25]   &lt;br /&gt;* Suara Gema Pembangunan Utama (SP FM/OZ Jakarta): 90.8 MHz   &lt;br /&gt;* RRI Jakarta Pro 1: 91.2 MHz [26]   &lt;br /&gt;* Indika Milenia (Indika FM): 91.6 MHz [27]   &lt;br /&gt;* Radio Sonora: 92.0 MHz [28]   &lt;br /&gt;* RRI Jakarta Pro 4: 92.8 MHz [29]   &lt;br /&gt;* Sentra Komedi: 93.2 MHz   &lt;br /&gt;* MERSI FM: 93.9 MHz Bandar Dangdut Indonesia   &lt;br /&gt;* Garda Asia Bumi (Woman Radio): 94.3 MHz   &lt;br /&gt;* U FM (Agustina Yunior): 94.7 MHz [30]   &lt;br /&gt;* KIS FM: 95.1 MHz [31]   &lt;br /&gt;* Radio Alaikassalam Sejahtera Jakarta PT.(RAS FM): 95.5 MHz   &lt;br /&gt;* Smart FM: 95.9 MHz [32]   &lt;br /&gt;* Radio Pelita Kasih (RPK FM): 96.3 MHz [33]   &lt;br /&gt;* Swara Rhadana Dunia (Radio A): 96.7 MHz [34]   &lt;br /&gt;* Radio Dangdut-TPI: 97.1 MHz   &lt;br /&gt;* OTOMOTION Radio: 97.5 MHz [35]   &lt;br /&gt;* Radio Kayumanis: 97.9 MHz [36]   &lt;br /&gt;* Cakrawala Gita Swara: 98.3 MHz   &lt;br /&gt;* Attahiriyah (ER Radio/Muslim FM/ Gen FM): 98.7 MHz   &lt;br /&gt;* Delta FM: 99.1 MHz [37]   &lt;br /&gt;* Female Radio: 99.5 MHz [38]   &lt;br /&gt;* Classical, News and Jazz (CNJ Radio): 99.9 MHz [39]   &lt;br /&gt;* Radio El-Gangga: 100.3 MHz - Bekasi   &lt;br /&gt;* Heartline FM: 100.6 MHz [40]   &lt;br /&gt;* 101 Jak FM: 101.0 MHz [41]   &lt;br /&gt;* Trax FM: 101.4 MHz [42]   &lt;br /&gt;* Terik Matahari Bahana Pembangunan PT.,Radio Bahana 101.8 FM   &lt;br /&gt;* Prambors FM : 102.2 MHz [43]   &lt;br /&gt;* Camajaya Surya Nada, PT - Radio Camajaya: 102.6 Jakarta   &lt;br /&gt;* Pop FM Jakarta: 103.0 MHz   &lt;br /&gt;* Taman Mini, PT (D Radio): 103.4 FM Jakarta   &lt;br /&gt;* Pesona Gita Anindita, PT - Pesona FM: 103.8 Jakarta   &lt;br /&gt;* IMAX - Community Radio FM 104.0 Cijantung - East Jakarta   &lt;br /&gt;* Media Suara Trisakti,PT FM: 104.2 Jakarta   &lt;br /&gt;* Trijaya Shakti,PT FM: 104.60 Jakarta [44]   &lt;br /&gt;* RRI Jakarta Pro 2 (Pro 2 FM): 105.0 MHz [45]   &lt;br /&gt;* Niaga Chakti Bhudi Bhakti, PT - CBB FM: 105.4 FM Jakarta   &lt;br /&gt;* Ramako Jaya Raya, PT - Ramako FM / Lite FM : 105.8 FM - Jakarta [46]   &lt;br /&gt;* Bergaya Nyanyian Irama Sejati,PT - Bens Radio: 106.2 FM - Ciputat,Kab. Tangerang   &lt;br /&gt;* Sabda Sosok Sohor, PT - Radio Muara -: 106.6 FM Jakarta   &lt;br /&gt;* Suara Tunggal Angakasa Raya,PT - STAR FM: 107.3 FM - Kota Tangerang   &lt;br /&gt;* Mitra Carita 16, PT - Music City (MC): 107.5 FM - Cimanggis, Kab. Bogor   &lt;br /&gt;* Suara Metro (Polda Metro Jaya): 107.8 FM   &lt;br /&gt;* Suara Melin Perdana,PT - 603 AM - KBR68H Jakarta[47]   &lt;br /&gt;* Sekuntum Bunga Yonina,PT - 666 AM - Radio SBY Jakarta   &lt;br /&gt;* Tona,PT - 702 AM - Batak's Radio Station - Jakarta   &lt;br /&gt;* Gracia,PT - 720 AM Jakarta   &lt;br /&gt;* Radio Suara As Syafi'iyah, PT : AM 792 Khz   &lt;br /&gt;* Buana Komunika,PT - Radio Univ. Mercu Buana - 810 AM Jakarta   &lt;br /&gt;* Puspa Dwi Cipta Swara,PT - 936 AM - P2SC Jakarta   &lt;br /&gt;* RRI 999 AM Jakarta   &lt;br /&gt;* Suara Multazam,PT - 1026 AM Jakarta   &lt;br /&gt;* Siaran Pusat Cendrawasih,PT - 1062 AM Jakarta   &lt;br /&gt;* Suara Mega Asri Indonesia,PT - 1080 AM Jakarta   &lt;br /&gt;* Perkumpulan Mahasiswa Univ. Tarumanagara - 1098 AM Jakarta   &lt;br /&gt;* RRI 1332 AM Jakarta   &lt;br /&gt;* Ragesa Radio AM 1458 Khz   &lt;br /&gt;* Hana Citra Swara Jakarta,PT - 1494 AM Jakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-5347197811962365048?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/5347197811962365048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=5347197811962365048' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/5347197811962365048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/5347197811962365048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2008/08/radio-radio-di-jagodetabek.html' title='Radio-radio di Jagodetabek'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-7907216058481389303</id><published>2008-08-14T05:51:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T05:54:08.635-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Radio'/><title type='text'>Radio di Jakarta Diminta Merger</title><content type='html'>TEMPO Interaktif, Jakarta&lt;br /&gt;Radio siaran di Jakarta harus melakukan penggabungan usaha atau merger. Sebab jumlah radio siaran yang beroperasi di wilayah udara Jakarta melebihi kanal frekuensi yang disediakan sehingga kualitas siaran radio kurang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru Bicara Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika Gatot S. Dewa Broto mengatakan saat ini jumlah radio di Jakarta melebihi jumlah kanal frekuensi. Untuk itu, pemerintah akan menata kembali rencana induk atau master plan penggunaan frekuensi siaran radio dengan mengubah Keputusan Menteri Perhubungan nomor 15/2003 tentang Rencana Induk Frekuensi Radio Penyelenggaraan Telekomunikasi Khusus untuk Keperluan Radio Siaran Frequency Modulation (FM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan itu menetapkan bahwa kanal frekuensi yang disediakan untuk penyelenggaraan siaran radio hanya untuk 26 kanal frekuensi radio. Namun kenyataannya radio siaran yang beroperasi di Jakarta mencapai lebihi dari dua kali lipat jumlah itu. “&lt;em&gt;Karena itu sering terdengar siaran radio yang tumpang tindih&lt;/em&gt;,” kata Gatot di Jakarta kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi penggunaan frekuensi radio di Jakarta semakin diperparah dengan banyaknya radio siaran dan radio komunitas yang beroperasi tanpa izin sehingga kontrol terhadap frekuensi menjadi semakin sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah sendiri tidak berhak menutup stasiun radio itu, tapi hanya bisa menegur. “Itupun &lt;em&gt;masih diprotes&lt;/em&gt;," ujar Gatot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Devisi Programing Radio Bahana Luscy Soedirham, permintaan pemerintah untuk mengurangi jumlah radio di Jakarta pada prinsipnya bisa diterima. Asal saja permintaan itu tidak bermaksud untuk membatasi kreativitas para pekerja radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, kata Luscy, jangan sampai permintaan ini bermaksud untuk menciptakan persaingan yang tidak sehat karena adanya intervensi kelompok usaha media tertentu yang ingin masuk ke bisnis radio. “&lt;em&gt;Karena itu pemerintah harus menjelaskan secara detail soal permintaan ini&lt;/em&gt;,” ujarnya. Eko Nopiansyah (&lt;strong&gt;Selasa, 27 Maret 2007 00:50 WIB&lt;/strong&gt; )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-7907216058481389303?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/7907216058481389303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=7907216058481389303' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/7907216058481389303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/7907216058481389303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2008/08/radio-di-jakarta-diminta-merger.html' title='Radio di Jakarta Diminta Merger'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-4516872030632664411</id><published>2008-08-03T22:29:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T05:39:15.904-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marketing'/><title type='text'>Radio Antara Brand Image vs Selling</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Menarik untuk disimak tulisan dari Brand Consultant &amp;amp; Head of School, Marketing, Binus Business School, Amalia E. Maulana yang mengetengahkan "Image versus Selling" di harian Bisnis Indonesia, edisi Jumat (01/08/2008). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dalam tulisannya yang sederhana namun secara fundamental memisahkan perbedaan antara membangun image dan melakukan penjualan dengan kasus sehari-hari.&lt;br /&gt;Secara prinsip, model perilaku konsumen yang dirumuskan dalam Marketing yaitu; AIDA (Awareness, Interest, Desire, Action) yang kemudian diikuti dengan ATR (Awareness, Trial, Repeat) setelah diolah oleh pakar Marketing menjadi AUPCAR (Awareness, Understand, Performance, Convince, Repeat) saat ini telah menjadi pegangan para marketer dalam mempengaruhi konsumen agar nantinya mereka akan membeli dan akan loyal kepada produk yang ditawarkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dari model di atas, perlu disimak adanya dua kegiatan yang saling terkait yaitu; penciptaan image dan penjualan, sehingga dalam langkah kerjanya marketer masih dalam koridor tersebut.&lt;br /&gt;Gejala adanya pemisahan antara brand image dan Selling (penjualan) banyak dialami oleh banyak perusahaan. Model perilaku tersebut di atas tidaklah terpakai jika seorang penjual berprinsip bahwa penjualan lebih penting dari pada brand building. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dikatakan Amalia, "&lt;em&gt;Dari kacamata brand building, sebenarnya kita tidak bisa membuat judgement yang ekstrem bahwa menawarkan lebih penting daripada mengingatkan atau sebaliknya. Karena sebenarnya kedua kegiatan ini tidak terpisahkan. Dalam sebuah aktivitas yang kesannya full selling, sebenarnya di dalamnya ada proses reminding atau mengingatkan tentang keunggulan brand&lt;/em&gt;. "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;" &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;Jika selling tidak didukung oleh image brand yang baik, penjualan yang tercipta pada hari itu tidak akan diikuti oleh penjualan berikutnya dalam jangka panjang. "&lt;br /&gt;Kini, kesimpulannya adalah "kepuasan pelanggan yang tercipta pada saat berinteraksi dengan brand sedikit banyak tercipta akibat dalam proses selling tersebut dilibatkan juga brand image building&lt;/em&gt;."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hal di atas berlaku untuk semua bentuk usaha baik produk maupun jasa. Brand image dan selling tidak dapat dipisahkan, mereka saling kait mengait. Dan akhirnya yang menjadi masalah adalah bagaimana membagi proporsi kedua kegiatan yang saling mempengaruhi tersebut. Dalam tulisan Amalia, tentunya produk telah memenuhi syarat dan sesuai dengan image yang diinginkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Untuk media radio sangat dipengaruhi oleh kedua kegiatan itu. Satu sisi bagaimana melakukan brand image dan sisi lain melakukan activation selling terhadap program-program yang ada.&lt;br /&gt;Perlu diingat bahwa produk dari media Radio tersebut adalah pendengar dengan loyalitas mereka dalam mendengarkan radio. Dari merekalah terbentuk image yang diinginkan dari sebuah radio siaran. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Image building sering kali gagal jika racikan siaran yang tidak mencerminkan visi dari penciptaan image. Sering media radio yang telah melakukan kreativitas program gagal dalam melakukan brand image karena program yang disajikan berbeda dengan image yang dibangun. Hal itu akan terlihat jelas jika image yang ingin dibangun bertolak belakang dengan siaran-siaran mereka yang menghasilkan pendengar yang tidak sesuai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dalam kasus-kasus tertentu, banyak radio dengan jumlah pendengar banyak tetapi sepi iklan atau banyaknya pendengar tidak beriringan dengan datangnya pendapatan melalui iklan.&lt;br /&gt;Tapi ada beberapa radio siaran yang sukses dalam menyajikan siarannya yang mendukung pencapaian image building. Mereka akhirnya menangguk keuntungan finansial (iklan) dalam waktu yang tidak terlalu lama. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kasus-kasus tersebut di atas sangatlah wajar terjadi jika antara marketing dan sales serta program tidak duduk bareng mendiskusikan tujuan mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Baik marketing, tim sales dan program perlu memahami bahwa membangun brand adalah sebuah proses, perlu waktu. Kita bagi proses branding dalam enam tahap yaitu: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tahap pengenalan (aware)&lt;br /&gt;Tahap mengerti benefit atau positioning (understand)&lt;br /&gt;Tahap meyakinkan bahwa produk lebih baik dari pesaing (preference)&lt;br /&gt;Tahap membangkitkan semangat mencoba, membeli secepatnya (convince)&lt;br /&gt;Tahap terciptanya penjualan (action/selling)&lt;br /&gt;Tahap pembelian kembali (repeat) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Akhirnya Amalia, mengungkapkan dalam overall brand building, tidak bisa kita katakan bahwa tahap activation lebih penting daripada tahap image building, karena activation baru bisa berhasil apabila image brand sudah tercipta dengan baik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jadi keduanya (image+selling/uang) adalah satu paket. Seorang pemasar harus melihat kondisi brandnya sebelum membagi budget kegiatan pemasarannya. Rapot dari brand adalah potret yang menjelaskan seberapa banyak orang yang sudah kenal brand, yang mengerti positioning brand, yang tertarik memilih brand dibandingkan dengan pesaing, yang bersemangat untuk mencoba, yang sudah membeli dan yang ingin membeli terus. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jika rapot imagenya masih rendah, kita tahu brand masih butuh dukungan image building. Pada saat image brand produk yang dijualnya sudah mapan, seorang pemasar bisa fokus pada tahapan no. 4 (convince), no. 5 (action) dan no. 6 (repeat). (&lt;strong&gt;***&lt;/strong&gt;)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-4516872030632664411?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/4516872030632664411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=4516872030632664411' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/4516872030632664411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/4516872030632664411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2008/08/radio-antara-brand-image-vs-selling.html' title='Radio Antara Brand Image vs Selling'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6771434788486811451.post-639289508793742198</id><published>2008-07-31T23:59:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T05:40:56.948-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendengar'/><title type='text'>RADIO &amp; Product Decision Makers  (Potential Buyers)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;RADIO&lt;/strong&gt; adalah sebuah media tertua dibandingkan televisi setelah media cetak. Namun kekuatannya sangat dipercaya dalam menggerakkan orang untuk melakukan sesuatu (&lt;em&gt;something do&lt;/em&gt;). Beberapa kali radio digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat hingga pemerintah sebagai media yang efektif untuk melakukan kampanye atau menggerakkan masyarakat secara massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin masih ingat pada zaman perjuangan bahkan di zaman-zaman penjajahan hingga revolusi, radio menjadi bagian penting dalam mengobarkan semangat perjuangan dan kemerdekaan sehingga peran radio juga yang dapat melindungi bangsa dari kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa kini radio, masih dalam kekuatannya, menjadi bagian terpenting bagi masyarakat selain sebagai hiburan juga pelengkap untuk mengupdate informasi (berita maupun produk) dimana pun berada. Apakah&lt;br /&gt;digunakan dalam perjalanan maupun sedang santai bahkan bekerja sekalipun. Tapi kekuatan radio sebgai penggerak massa masih dirasakan hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikarenakan radio yang memiliki karakteristik sebagai berikut;&lt;br /&gt;- Imajinatif&lt;br /&gt;- Individual&lt;br /&gt;- Mobile&lt;br /&gt;- Perangsang partisipasi aktif pendengarnya&lt;br /&gt;- Mengatasi batas waktu dan ruang&lt;br /&gt;- Radio: aktual, dapat menjangkau khalayak luas, siaran langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;UMUMNYA PENDENGAR RADIO 1/2 DARI POPULASI DI SETIAP DAERAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDENGAR radio sangat bermacam ragam, dari kelas&lt;br /&gt;bawah hingga kelas menengah atas. Menurut survey Nielsen Media Research&lt;br /&gt;(NMR) di wave #2 2008 ini, di Greater Jakarta saja pendengar radio sebanyak&lt;br /&gt;14.581.000 orang dari populasi 24.154.000 orang atau setara dengan 59. 5%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;SEMAKIN&lt;/strong&gt; lama pendengar radio bertambah. Di beberapa daerah adanya peningkatan penetrasi pendengar radio dari wave #4 2007 lalu hingga wave #2 2008. Bahkan hampir di seluruh daerah survey NMR, jumlah pendengar radio lebih dari 50% dari populasi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAYANGKAN&lt;/strong&gt; jika kelebihan dari media radio yang mampu menggerakkan masyarakat ini mampu menjamah atau menjangkau masyarakat yang benar-benar potential buyer, efeknya dapat dikatakan akan sama dengan word of mouth marketing (WOM) secara massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut survei NMR untuk Greater Jakarta saja, pendengar (listener) yang memiliki kewenangan dalam memilih dan memutuskan untuk membeli sebuah produk (Product Decision Makers) sebanyak 4.093.000 orang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6771434788486811451-639289508793742198?l=media-radio.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://media-radio.blogspot.com/feeds/639289508793742198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6771434788486811451&amp;postID=639289508793742198' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/639289508793742198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6771434788486811451/posts/default/639289508793742198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://media-radio.blogspot.com/2008/07/radio-product-decision-makers-potential.html' title='RADIO &amp; Product Decision Makers &lt;br&gt; (Potential Buyers)'/><author><name>Yuziro Sampono</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
