DbClix
Tampilkan postingan dengan label Edukasi Radio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi Radio. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Agustus 2008

Perkembangan Radio (II)

MASYARAKAT berubah, media baru bermunculan, seperti CD-I dan CD-Rom, internet, dan permainan-permainan dengan komputer. Melalui satelit, terbuka kemungkinan unuk menonton berbagai stasiun televisi dari segala penjuru dunia. Televisi bukan lagi barang baru, dan satu saluran dapat dipilih dari begitu banyak pilihan yang ada dan dapat dibandingkan dengan begitu banyak stasiun radio yang dapat kita pilih. Radio dan televisi menjadi media yang mempunyai segmen-segmen sasaran tersendiri. Saluran-saluran televisi mulai menentukan target penonton yang disasar.

Stasiun-stasiun radio juga menentukan kelompok-kelompok sasaran. Mereka membuat programa khusus, misalnya untuk masyarakat kelas menengah atau dengan tingkat pendidikan lebih tinggi; untuk orang-orang yang tertarik kepada berita olahraga, berbagai jenis musik, film-film, musik jazz, musik klasik dan lain-lain. Para pendengarlah yang menentukan pilihan dari antara stasiun-stasiun yang ada. Bukan radio swasta, radio pemerintah juga mulia mengkhususkan diri pada satu selera musik, seperti stasiun khusus musik klasik, musik pop, atau musik ountry, stasiun berita dan keagamaan.

Programa radio yang disiarkan dalam tahun 1970-an dan 1990-an

1975
Programa individual
Durasi Berbeda dalam menit

Drama/komedi
Berita
Feature
Majalah
Olharaga
Mimbar Agama
Wawancara
Topik Hangat
Musik
Pertunjukkan radio dengan penonton
Dokumenter
Programa Pendidikan/Radio sekolah
Programa Diskusi
Programa Seni/info
Programa Anak muda
Programa anak-anak
Siaran kata/ceramah


1995
Programa Formula Gabungan
Durasi Dalam Jam

Musik
Berita
Ringkasan
Wawancara Langsung
Olahraga
Mimbar Agama
Phone in
Iklan
Jingle
Reportase
Siaran Langsung
Berita bisnis
Berita/info yang menarik



- diambil dari buku The Professional Radio Presenter Penyiar Radio Profesional, Theo Stokkink (habis)

Jumat, 15 Agustus 2008

Sejarah Perkembangan Radio (I)

SEJARAH Radio yang pertama dimulai pada tahun 1895, dengan munculnya The Wireless Telegraph Company yang didirikan oleh seorang insinyur elektronika dari Italia. Dia menemukan suatu alternatif untuk mengirim pesan tanpa menggunakan kabel melewati jarak yang cukup jauh.

Rangkaian siaran yang pertama dimulai pada tahun 1919 oleh seorang Belanda. Dia adalah orang pertama yang mengudarakan siaran yang sudah dia umumkan sebelumnya sehingga orang-orang memang menunggu programa siaran tersebut dan siaran tersebut tidak hanya didengar secara kebetulan.

Penyusunan acara dimulai : konser, drama radio dan berita dapat disiarkan. Orang-orang yang biasanya membaca buku sebagai hiburan, yang harus pergi ke gedung konser untuk mendengarkan musik, dan yang harus membeli koran setiap hari dapat memperoleh hal serupa dengan mendengarkan radio.

Semua itu dapat dipenuhi hanya dengan mendengarkan radio. Selanjutnya generasi mulai berganti. Dari antara generasi-generasi tersebut ada bintang radio : dosen-dosen, penyanyi-penyanyi, aktor-aktor, reporter-reporter dan sebagainya.

Pada tahun empat puluhan dan lima puluhan sebuah media baru mulai dikembangkan, yaitu televisi. Sejak itu, orang tidak hanya dapat mendengarkan apa yang terjadi di studio dan di seluruh dunia, mereka juga dapat melihatnya.

Tentu saja radio pada masa ini berbeda karena televisi mengambil alih banyak hal yang biasanya dibuat dan disiarkan oleh radio. Tidak ada lagi pertunjukkan besar dengan sebuah orkestra. Drama radio dan laporan dokumenter tidak lagi mendapat tanggapan dalam penyiarannya dan bahkan sama sekali tidak disiarkan di radio swasta. Orang lebih senang menonton televisi, dan radio bukanlah yang mereka cari-cari lagi. Namun ternyata ketertarikan itu hanya pada awalnya. Orang kemudian mulai menyadari bahwa radio dan televisi adalah media yang berbeda, dan radio bukanlah satu set televisi yang rusak: televisi tanpa gambar. Peran radio mulai berubah.

Orang mulai menyadari peralihan fungsi radio pada sekitar tahun enam puluhan dan tujuh puluhan. Industri musik menjadi bertambah penting bagi radi. Karena musik dan karena peran radio sebagai sebuah media imajinasi, radio menjadi populer lagi dan bahkan semakin bertambah populer. ORang menyembunyikan radio mereka sepanjang hari. Radio, khususnya D.J. radio, menjadi sahabat mereka. Radio selalu ada di sekitar mereka, seperti keempat dinding dalam kamar. Namun di samping itu, radio memberi informasi sepanjang hari, juga malam hari. Radio mempunyai peran yang berbeda dalam kehidupan sehari-hari, tidak seperti pada tahun lima puluhan dan enam puluhan. Perkembangan ini terus berlangsung. - diambil dari buku The Professional Radio Presenter Penyiar Radio Profesional, Theo Stokkink (to be continue.....)
Zonaclix - A Place to Earn online!